JAKARTA, KOMPAS — Kecelakaan di jalur kereta rel listrik atau KRL di Tebet, Jakarta Selatan, dan Kalideres, Jakarta Barat, menewaskan dua orang. Polisi tidak menemukan indikasi bunuh diri dalam kedua kasus temperan tersebut. Akibat kecelakaan itu, perjalanan KRL sempat terganggu.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Joko Adi Wibowo membenarkan adanya kecelakaan di jalur KRL jurusan Bogor-Jakarta, tepatnya di Jalan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026) pagi. Korban diketahui bernama Ishak (80).
Menurut keterangan saksi, ujar Joko, sebelum kecelakaan terjadi, korban terlihat sedang berjalan di pinggir rel. Tak lama kemudian, kereta melintas. ”Korban terserempet kereta,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di lokasi. ”Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Hingga Kamis siang, penyidik tidak menemukan adanya indikasi bunuh diri dalam peristiwa tersebut.
Kecelakaan juga terjadi di perlintasan kereta api Semanan Tembok Bolong, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis pagi. Dalam kejadian itu, satu orang meninggal dunia di lokasi.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Reza Hafiz Gumilang menuturkan, kecelakaan melibatkan sepeda motor bernomor polisi B 3866 CME dan KRL yang melintas. Korban diketahui bernama Dede Kurniawan (18).
Menurut Reza, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban mengendarai sepeda motor di Jalan Semanan Tembok Bolong dari arah utara menuju selatan. Saat melintasi perlintasan kereta, KRL datang dari arah timur menuju barat. ”Seketika terjadilah tabrakan,” ujar Reza.
Akibatnya, korban meninggal dunia di tempat dengan luka di kepala. ”Sementara motornya ringsek,” ujarnya.
Kepala Polsek Kalideres Komisaris Rihold Sihotang menyebut korban tidak sendirian. Ia membonceng ayahnya. ”Dari informasi, ayahnya selamat,” kata Rihold.
Akibat kedua kecelakaan tersebut, perjalanan KRL sempat terganggu. Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menyampaikan, keterlambatan perjalanan Commuter Line Bogor terjadi setelah rangkaian tertemper orang yang berada di sekitar jalur rel.
”Commuter Line No 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota tertemper orang di lintas Cawang-Tebet yang menyebabkan kerusakan pada sistem pengereman,” jelas Leza.
Sementara itu, keterlambatan Commuter Line Tangerang terjadi setelah Commuter Line No 1914 relasi Duri-Tangerang tertemper sepeda motor di perlintasan tidak resmi. ”Kejadian ini juga menyebabkan kerusakan pada bagian depan KRL,” tambah Leza.
Untuk mengurangi dampak keterlambatan perjalanan, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi. Perjalanan Commuter Line Bogor sempat hanya menggunakan satu jalur antara Stasiun Pasar Minggu dan Stasiun Manggarai.
Sementara itu, pada lintas Tangerang, perjalanan Commuter Line Tangerang menggunakan satu jalur antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper.
Kecelakaan di jalur KRL terus berulang. Pada Senin (10/8/2026), seorang siswi berinisial AP (14) ditemukan meninggal dunia di lintasan kereta api Stasiun Jurangmangu.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.43 WIB. Kepala Polsek Ciputat Timur Komisaris Bambang Askar Sodiq bersama jajarannya kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan keterangan awal saksi, korban terlihat berada di peron saat kereta dari arah Tanah Abang memasuki area Stasiun Jurangmangu. ”Petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi kemudian melihat korban terjatuh ke jalur kereta,” ujar Bambang, Selasa (11/8/2026).
Petugas stasiun selanjutnya mengevakuasi korban dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Salah seorang saksi yang merupakan teman sekolah korban juga telah dimintai keterangan.
Sebelumnya, saksi bersama korban diketahui pulang sekolah dan menuju Stasiun Jurangmangu. Saat berada di stasiun, keduanya kemudian berpisah untuk menunggu kereta di lokasi berbeda.
Secara terpisah, Leza menuturkan, korban diduga bunuh diri dengan cara melompat ke rel ketika sebuah kereta hendak berhenti. ”Kami menyampaikan keprihatinan atas peristiwa ini. Petugas KAI Commuter bersama pihak terkait telah melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujar Leza.
Akibat insiden tersebut, ungkap Leza, perjalanan KRL relasi Tanah Abang-Rangkasbitung mengalami keterlambatan antara 14 menit dan 25 menit.






Komentar (0)