Indonesia dan China akan menggelar Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) perdana di Jakarta pada Jumat (21/8). CSD ini akan dipimpin Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
CSD merupakan mekanisme bilateral antara pemerintah Indonesia dan China yang lebih komprehensif dengan tujuan menjawab tantangan dan peluang dalam hubungan kedua negara.
Menurut Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri, Arifianto Sofiyanto, CSD mencakup lima pilar utama kerja sama kedua negara, yakni politik, ekonomi, hubungan antarmasyarakat, maritim, dan keamanan.
“CSD ini memiliki kesepakatan, di joint statement, itu adalah ada kemitraan yang lima pilar mencakup politik, ekonomi, antarmasyarakat, maritim, dan keamanan,” ujar Arifianto di kantor Kemlu, Kamis (20/8).
Dia menambahkan, pembahasan CSD perdana besok akan dititikberatkan pada sektor ekonomi.
“Untuk pembahasan CSD kali ini, kesepakatan akan menitikberatkan pada kemitraan ekonomi,” kata Arifianto.
Pada hari yang sama, Indonesia dan China juga akan menggelar pertemuan 2+2 yang melibatkan menteri luar negeri serta menteri pertahanan kedua negara.
Berbeda dengan CSD, forum 2+2 akan berfokus pada isu politik, pertahanan, dan keamanan.
“Lalu untuk yang 2+2, ini akan lebih membahas politik, pertahanan dan keamanan, karena memang sesuai namanya Joint Foreign and Defense Ministry Meeting,” kata Arifianto.






Komentar (0)