Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan perihal investasi untuk penyambungan LRT Jakarta hingga Dukuh Atas. Jumlah investasi yang diperlukan mencapai Rp 2,1 triliun.
Adapun sebelum mencapai Dukuh Atas, LRT Jakarta memang sedang dalam proses pembangunan sampai Manggarai. Ia juga menarget penyambungan sampai Dukuh Atas dapat rampung pada 2028.
“Investasi sampai Dukuh Atas itu kurang lebih Rp 2,1 triliun dan saya yakin pasti akan selesai akhir 2028. Kenapa saya yakin? Karena tidak ada pembebasan lahan,” kata Pramono dalam IITS 2026 di Tribrata Hotel, Jakarta pada Kamis (20/8).
Di samping itu, Pramono juga melihat penyambungan LRT Jakarta sampai Dukuh Atas nantinya akan membuat keuntungan bertambah. Adapun sebelumnya LRT Jakarta yang hanya tersambung dari Kelapa Gading sampai Velodrome dipandang Pramono tak akan bisa memberi keuntungan.
Hal ini karena jumlah penumpang harian jika hanya mengacu pada rute tersebut terlalu sedikit.
“Kalau LRT dari Kelapa Gading hanya berhenti sampai Velodrome, sampai kapan pun LRT itu tidak pernah akan untung dan tidak pernah akan mandiri. Penumpangnya maksimum kemarin hanya sekitar 4 ribu per hari. Nanti begitu diperpanjang dari Velodrome sampai Manggarai, jumlah penumpang akan meningkat kurang lebih menjadi 60 ribu sampai 80 ribu per hari,” ujarnya.
Sebelumnya, untuk LRT Jakarta dari Kelapa Gading sampai Manggarai saat ini tingkat kesiapannya sudah mencapai 98 persen.
Dengan konektivitas itu, LRT Jakarta nantinya dapat terhubung dengan jaringan transportasi lain, khususnya KRL. Integrasi tersebut diharapkan membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Adapun dari Kelapa Gading ke Manggarai nantinya memiliki panjang 12,2 kilometer dengan 11 titik pemberhentian.






Komentar (0)