Asosiasi Pelaku Usaha Emas RI Resmi Diluncurkan, BSI-Pegadaian Jadi Anggota

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Indonesia resmi memiliki asosiasi pelaku usaha emas Indonesia dengan diluncurkannya Indonesia Bullion Market Association (IBMA) pada Kamis (20/8). Asosiasi ini menjadi wadah koordinasi bagi para pelaku ekosistem emas nasional sekaligus mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem bullion di Indonesia.

Ketua Umum IBMA sekaligus Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengatakan pembentukan asosiasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem bullion nasional.

Selfie menjelaskan peluncuran IBMA mengusung tema Uniting the Industry, Shaping Indonesia Bullion Market. Menurut dia, ekosistem emas tidak dibangun oleh satu pelaku, melainkan seluruh mata rantai yang saling terhubung dan melengkapi.

“IBMA dibentuk sebagai wadah koordinasi pelaku ekosistem emas nasional dan mitra strategis pemerintah,” kata Selfie dalam acara peluncuran IBMA di Jakarta, Kamis (20/8).

Saat ini, IBMA dipelopori 11 perusahaan pendiri yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari pertambangan, jasa keuangan, refinery dan manufaktur, retail, hingga sektor pendukung seperti perdagangan, platform pasar, dan logistik.

Anggota IBMA antara lain PT Pegadaian, Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), Galeri 24, Brinks Solutions Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana (CMK), PT Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels), dan PT Laku Emas Indonesia.

Dalam kepengurusan IBMA, Selfie Dewiyanti ditetapkan sebagai Ketua Umum, sementara Anton Sukarna dari BSI sebagai Sekretaris Jenderal.

Selfie mengatakan dalam jangka pendek IBMA akan fokus membangun literasi dan edukasi masyarakat, melakukan kajian regulasi, serta menggelar berbagai kegiatan untuk mempertemukan pelaku industri emas.

“Untuk jangka pendek kita fokus membangun literasi dan edukasi, terutama untuk publikasi, kajian-kajian, kajian regulasi, dan pelaksanaan event Indonesia Gold Expo,” terangnya.

Sementara itu, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembentukan IBMA menjadi langkah kelembagaan strategis untuk mengintegrasikan ekosistem emas nasional.

“Nah dari kegiatan bullion ini tentu pembentukan IBMA menjadi salah satu langkah kelembagaan yang strategis untuk mengintegrasikan ekosistem,” jelasnya.

Airlangga menilai Indonesia memiliki ekosistem emas yang lengkap, mulai dari pertambangan, refinery, manufaktur, lembaga jasa keuangan, produk keuangan, perdagangan, industri perhiasan, hingga infrastruktur pasar.

Menurut dia, salah satu tantangan yang perlu diperkuat adalah tata kelola dan daya saing pasar emas, termasuk penguatan reference price, standar data, serta traceability rantai pasok emas.

“Kemudian IBMA juga harus mendorong bagaimana traceability dari supply chain bisa terus ditingkatkan karena ini akan meningkatkan value daripada ekosistem emas itu sendiri. Dan yang selanjutnya juga perlu diperkuat edukasi, literasi, dan positioning di internasional,” tutupnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tak Hanya Jakarta, BMKG Ungkap Hujan Juga Guyur Depok hingga Bogor
• 22 jam lalu
0
thumb
Pemda DIY Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Tangani Korban Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
• 18 jam lalu
0
thumb
GIIAS Surabaya 2026 Hadir Lebih Meriah: 37 Merek Siap Ramaikan Pameran Otomotif Terbesar se-Jatim
• 3 jam lalu
0
thumb
Dokter Tifa Soroti Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Mereka Menyiratkan Bahwa Ini Kembali Lagi ke P21
• 15 jam lalu
0
thumb
ESDM Uji Coba Tabung Gas CNG Merah Putih di UMKM, Masih Godok Skema Distribusi
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.