Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan pemerintah saat ini masih melakukan finalisasi skema penerapan tabung gas alam terkompresi (CNG) Merah Putih ukuran 3 kilogram (kg).
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyebut hal ini dilakukan untuk melihat kesiapan sektor hulu hingga hilir migas terkait CNG, termasuk di dalamnya melihat respon masyarakat.
“Di tahap ini kami melakukan beberapa uji (coba), salah satunya dilakukan pada UMKM di sekitar lingkungan Lemigas,” kata Laode saat ditemui di JCC Senayan, Rabu (19/8).
Lemigas merupakan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi. Lembaga ini memang bertugas untuk menguji CNG Merah Putih sebelum disalurkan ke masyarakat.
Dia menyebut setelah uji coba dilakukan di UMKM Lemigas, pemerintah akan mengevaluasi hasilnya. Kini, tabung-tabung CNG Merah Putih sudah tiba di kantor Lemigas.
“Setelah (pengujian, pemerintah) akan menunjuk badan usaha sebagai produsen tabungnya. (Mereka) akan ditugaskan untuk mengadakan tabung dalam skala 10-30 ribu unit,” ujarnya.
Laode sebelumnya mengatakan tabung yang diuji ini merupakan produk impor dari Cina.
“Juli ini ada prototipe untuk diuji, jumlahnya mungkin sekitar 15 (unit),” kata Laode saat ditemui di kompleks DPR RI (29/6).
Dia menyebut tabung Merah Putih akan diedarkan ke masyarakat usai melewati serangkaian uji dan evaluasi. Laode mengatakan edaran tabung baru ini akan dilakukan bertahap, dengan menyasar kota-kota besar di Pulau Jawa.
Laode mengatakan skema pendanaan Tabung Merah Putih ini tidak berasal dar alokasi anggaran pemerintah, namun dia enggan merincikan dari mana sumbernya. Pemerintah mengklaim harga jual Tabung Merah Putih akan memiliki tarif yang sama seperti tabung liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram yang disubsidi pemerintah.
“Harganya sama, sekarang simulasinya disamakan, (dengan ini) subsidi (untuk gas tabung) bisa turun sampai 30%,” ujarnya.
Dia menyebut nantinya tabung CNG ini akan mendapatkan pasokan gas yang sudah dialokasikan oleh SKK Migas. Laode tidak merinci mana saja sumber gas yang dialokasikan khusus untuk tabung ini, dia hanya menyebut pasokan gasnya tersedia. CNG saat ini berencana dikembangkan untuk menjadi opsi alternatif bagi penggunaan gas LPG.





Komentar (0)