Cita-Cita Besar PGE: Tahun 2034 Jadi Perusahaan Geothermal No.1 Dunia!

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Ahmad Yani, saat sesi wawancara di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berambisi untuk menjadi perusahaan panas bumi nomor satu terbesar di dunia pada 2034. Hal ini juga sejalan dengan target kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PGE menjadi sebesar 1,8 Giga Watt (GW) pada delapan tahun mendatang.

Ambisi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan potensi panas bumi Indonesia yang mencakup 40% cadangan global guna mendukung swasembada energi nasional.

Presiden Direktur PGE Ahmad Yani menjelaskan bahwa perusahaan sudah memiliki peta jalan dan rencana pengembangan (pipeline) dalam mencapai posisi tersebut. Ia menekankan bahwa status PGE saat ini sudah berada di jajaran pemain global dan akan terus mendorong pertumbuhan kapasitas secara bertahap dalam satu dekade mendatang.


"Kita dari status saat ini 727 Mega Watt (MW), kita akan menjadi 1 GW company nomor 1 di Indonesia di tahun 2028. Dan kemudian di tahun 2034 menjadi nomor 1 di dunia untuk kapasitas 1,8 GW," ungkapnya di sela acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) di JCC Senayan, yang ditayangkan dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, Kamis (20/8/2026).

Untuk merealisasikan target tersebut, PGE menjalankan strategi berupa akselerasi proyek-proyek yang sudah ada saat ini. Fokus utama saat ini diarahkan pada penyelesaian proyek strategis seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 dan 4, serta pembuktian potensi cadangan di wilayah Gunung 3 dan Ulubelu.

"Kita punya pipeline-pipeline yang sangat jelas ya, terkait dengan pencapaian target, support, dan Green RUPTL itu salah satu bentuk support dari pemerintah kepada geothermal untuk bisa tumbuh berkembang dengan baik," imbuhnya.

Meskipun saat ini, pemanfaatan panas bumi di Indonesia baru mencapai 11% dari total cadangan sebesar 24 GW. PGE berupaya mengurai hambatan investasi melalui inovasi bisnis di luar sektor kelistrikan atau beyond electricity, seperti pengembangan green hydrogen (hidrogen hijau), direct use (pemanfaatan langsung), hingga penyediaan listrik untuk kawasan industri hijau dan green data center.

"Masa depan geothermal itu tidak hanya diukur dari jumlah energi bersih atau listrik bersih yang kita hasilkan. Tetapi juga bisa membuat bisnis baru yang bermanfaat bagi bangsa dan negara," katanya.

Adapun, kinerja operasional perusahaan dilaporkan tetap stabil dengan tingkat faktor kapasitas pembangkit di atas 90%, yang telah memenuhi standar operasional perusahaan energi global. PGE juga berkomitmen terhadap aspek keberlanjutan juga tercermin dari capaian peringkat ESG nomor satu di dunia untuk kategori perusahaan publik di sektornya.

"Kita berhasil terbukti dengan ESG rating yang kita peroleh, kita nomor satu di Indonesia untuk public listed company, untuk ESG dengan skor 7.1 sustainability, negligible risk," tandasnya.

Baca: Panas Bumi RI Berumur 100 Tahun, Bos PGE Beberkan Peran Strategisnya

(wia)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bisnis Selain Listrik, PGE Ekspansi Green Hydrogen- Kopi Canaya

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan Perbaikan Rumah dan Distribusikan Logistik untuk Korban Gempa NTT
• 21 jam lalu
0
thumb
Tinjau 50 Posko Gempa NTT, Wakil Ketua Komisi IV DPR Bilang Banyak Warga Belum Dapat Bantuan
• 3 jam lalu
0
thumb
Update Korban Gempa NTT Kamis 20 Agustus, 72 Meninggal 900 Terluka
• 2 jam lalu
0
thumb
KPK Endus Dugaan Korupsi BPJS TKA Saat Usut Pemerasan Izin Tinggal WNA
• 11 jam lalu
0
thumb
Polisi Ungkap Peran 16 Tersangka Sindikat Meterai Palsu, dari Produsen hingga Kurir
• 37 menit lalu
0
Berhasil disimpan.