Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyasar sejumlah titik di pulau Kalimantan. Asap tebal karhutla itu pun berdampak pada jam sekolah, penerbangan, hingga kualitas udara yang masuk kategori bahaya.
Berikut titik-titik karhutla di Kalimantan seperti dirangkum dari detikKalimantan dan Antaranews, Kamis (20/8/2026).
Palangka RayaAktivitas pendidikan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, disesuaikan imbas asap karhutla. Penyesuaian kegiatan belajar itu berlalu bagi seluruh satuan pendidikan, mulai PAUD, SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta.
"Kondisi kabut asap yang semakin pekat memaksa kita untuk mengambil langkah taktis dan adaptif. Kesehatan siswa, guru, dan seluruh tenaga pendidikan menjadi prioritas utama, namun pembelajaran tetap harus berjalan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya, Jayani, Rabu (19/8/2026).
"Salah satu perubahan paling terasa diterapkan pada jam masuk sekolah. Untuk jenjang SD dan SMP, waktu masuk ditunda menjadi pukul 08.00 WIB," imbuhnya.
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar bagi jenjang PAUD dialihkan ke sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.
Pada Rabu (19/8/2026), Kondisi udara di Kota Palangka Raya memburuk drastis, bahkan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) terpantau mencapai 487 dan masuk kategori berbahaya. Pekatnya asap juga berdampak langsung terhadap jarak pandang. Visibilitas di sejumlah wilayah dilaporkan hanya sekitar 1,4 kilometer.
Situasi tersebut tak lepas dari tingginya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Data yang sama mencatat sebanyak 1.795 titik panas terdeteksi di wilayah Kalteng.
Dari jumlah tersebut, 281 titik panas berada di wilayah Kota Palangka Raya. Titik panas tersebar di sejumlah kecamatan, mulai dari Jekan Raya, Sabangau, Bukit Batu hingga Rakumpit.
"Dengan AQI mencapai 487 yang berarti kategori berbahaya, serta 281 titik panas di dalam kota, kami meminta seluruh masyarakat untuk segera meningkatkan perlindungan diri. Hindari aktivitas di luar ruangan sebisa mungkin, dan wajib gunakan masker saat harus keluar rumah," tegas kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi
(idh/imk)






Komentar (0)