Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,7 mengguncang wilayah Pantai Barat Laut Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026) pukul 09.47 WIB. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wijayanto mengatakan, gempa memiliki kedalaman 10 kilometer.
Sedangkan episenter berada di koordinat 8,33° LS dan 120,64° BT, atau di darat sekitar 36 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.
Baca juga: 3.394 Gempa Susulan Guncang Flores NTT, 99 Kali Dirasakan Warga
"Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB," kata Wijayanto dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun geser (normal-oblique).Baca Juga:Tragis! Ayah Naik Motor Bonceng 2 Anak ke Sekolah Tertabrak Kereta di Semarang, 1 Tewas"Untuk hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.
Baca juga: Update Gempa M7,7 di NTT, 71 Orang Meninggal Dunia
BMKG mencatat gempa tersebut dirasakan dengan intensitas V-VI MMI di Kabupaten Manggarai. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh semua penduduk, kebanyakan terkejut dan berlari keluar, serta dapat menyebabkan kerusakan ringan seperti plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak.
Sementara itu, intensitas V MMI dirasakan di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ende. Adapun intensitas III-IV MMI dirasakan di Kabupaten Manggarai Barat, Sumba Timur, dan Kabupaten Sikka.Wijayanto menyebut gempa M5,7 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
"Hingga tanggal 20 Agustus 2026, pukul 08.00.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3.489 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,2," tuturnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Baca Juga:Momen Mendagri Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Warga Menteng Tenggulun"Masyarakat diminta memastikan informasi terkait gempa bumi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG," imbaunya.
#daerah





Komentar (0)