UNM Perkuat Olahan Rumput Laut Buka Peluang Pendapatan Baru Masyarakat Pulau Salemo

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Potensi rumput laut di Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), terus dikembangkan sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Pasalnya di Balla Panggaloang (rumah jemuran) rumput laut dapat meningkatkan ekonomi Nelayan dan ibu PKK Mandiri. Sehingga masyarakat dilatih menghasilkan produk luaran andalan kuliner berupa kue brownis, mie rumput lau, dan selei rumput laut.

Upaya tersebut dilakukan melalui program PDB DPPM UNM 2026. Dosen UNM terus mendorong masyarakat tidak hanya memproduksi rumput laut sebagai bahan mentah, tetapi juga meningkatkan nilai tambah melalui teknologi pengolahan dan diversifikasi produk.

Tim Pelaksana Kegiatan, Dr. Ir. Drs. Alimuddin Sa’ban Miru menjelaskan di Balla Panggaloang (rumah jemuran) rumput laut dapat meningkatkan ekonomi Nelayan dan ibu PKK Mandiri.

Pengembangan produk berbasis rumput laut tersebut kata dia, juga membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun usaha rumah tangga.

“Dengan pemasaran secara langsung maupun melalui platform digital, produk lokal Pulau Salemo berpotensi menjangkau konsumen di luar wilayah desa,” tuturnya.

Program tersebut kata dia, diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada kegiatan produksi dan pemasaran secara berkelanjutan.

Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan nilai jual rumput laut sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi pesisir.

Melalui pemanfaatan teknologi produksi dan pengolahan pangan, program PDB DPPM UNM 2026 mendorong masyarakat Pulau Salemo mengoptimalkan potensi lokal menjadi sumber pendapatan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

“Jadi ada pelatihan kuliner kue brownis, mie rumput lau, dan selei rumput laut. Ini merupakan produk luaran andalan di wilayah tersebut,” tuturnya.

Ia menjelaskan jika dua kelompok masyarakat menjadi sasaran utama program, yakni kelompok tani nelayan rumput laut yang diketuai Rijal dan kelompok PKK Mandiri yang dipimpin Hj. Mariana.

“Kelompok tani nelayan mendapatkan pelatihan penggunaan sejumlah teknologi pendukung produksi. Di antaranya Rumah Jemuran Rumput Laut atau Balla Pangalloang, gerobak motor rumput laut, serta mesin pengaduk rumput laut,” ucapnya.

Teknologi tersebut diharapkan mampu membuat proses produksi lebih efisien. Penggunaan Rumah Jemuran Rumput Laut yang dilengkapi teknologi tenaga surya juga membantu petani mengurangi kendala cuaca saat proses pengeringan.

Petani nelayan rumput laut, Rijal, mengatakan teknologi tersebut sangat membantu aktivitas produksi masyarakat. Menurutnya, proses pengeringan yang sebelumnya membutuhkan waktu lama kini dapat dilakukan lebih cepat.

“Dulu menjemur rumput laut butuh waktu lama dan terganggu hujan, sekarang lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, kelompok PKK Mandiri diarahkan untuk mengembangkan produk turunan rumput laut. Pelatihan diberikan mulai dari pengolahan tepung rumput laut hingga menjadi berbagai produk kuliner.

Sejumlah produk yang dikembangkan antara lain kue brownies rumput laut, mi bening rumput laut, sayur rumput laut, dan selai rumput laut. Diversifikasi ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan tambahan dari komoditas yang selama ini banyak dijual dalam bentuk bahan mentah.

Ketua PKK Mandiri, Hj. Mariana, mengatakan kelompoknya antusias mengikuti pelatihan karena produk olahan rumput laut dinilai memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas.

“Kami sangat senang bisa belajar dan berencana memproduksi untuk dijual di pasar desa, kabupaten, bahkan melalui media sosial,” ujarnya.

Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Dr. Ir. Drs. Alimuddin Sa’ban Miru, M.Pd, Prof. Dr. Ir. Darmawang, M.Pd, Dr. Ir. Siti Hadijah, MP, dan Dr. Ir. Faizal Amir, M.Pd.

Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah pakar, di antaranya Prof. Dr. Ir. Bakhrani A. Rauf, M.T., IPU, ASEAN Eng, dan Dr. Ir. Slamet Widodo, M.Kes. Kepala Desa Mattiro Bombang Hamka, S.Pd, tokoh masyarakat, serta kelompok mitra juga hadir dalam kegiatan tersebut. (wis)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Febrie Adriansyah Minta Foto Keluarga Dikembalikan, Ini Reaksi Kejagung
• 21 jam lalu
0
thumb
Hendak Tawuran, 2 Pemuda Bawa Celurit Diamankan Polisi di Lubang Buaya
• 5 jam lalu
0
thumb
Kabareskrim Tak Hadir, Rapat Dugaan Kriminalisasi Petani di Komisi III Ditunda
• 32 menit lalu
0
thumb
Debut Kurang Memuaskan, Mohamed Salah Bertekad Menebusnya di Liga Europa
• 6 jam lalu
0
thumb
3 Pendaki Tersesat di Gunung Krincing Ditemukan, Kondisi Kelaparan dan Dehidrasi
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.