Jaga Pertumbuhan Berkualitas dan Berkelanjutan, BRI Konsisten Salurkan Kredit dengan Prinsip Kehati-hatian

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menjaga momentum pertumbuhan kredit dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan pengelolaan risiko yang disiplin. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya BRI memastikan ekspansi bisnis berjalan secara sehat, berkualitas, dan berkelanjutan di tengah dinamika perekonomian.

Sebagai bank dengan fokus utama pada pemberdayaan segmen UMKM, BRI memandang pertumbuhan kredit tidak semata-mata diukur dari besarnya penyaluran pembiayaan, tetapi juga dari kualitas kredit yang dihasilkan. Oleh karena itu, setiap proses penyaluran kredit dilakukan dengan mempertimbangkan profil risiko debitur, prospek usaha, kemampuan membayar, serta kondisi sektor dan industri yang dibiayai.

Baca Juga :
BCA Finance Catat Pembiayaan EV Naik 2 Kali Lipat
BRI KKB National Expo Torehkan Rekor MURI Buah dari Hadir Serentak di 131 Lokasi dengan Penawaran Menarik

Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti mengungkapkan bahwa prinsip kehati-hatian menjadi fondasi dalam setiap keputusan penyaluran kredit BRI. Penguatan kualitas aset dilakukan sejak tahap awal melalui proses underwriting yang disiplin, pemantauan kualitas kredit secara berkelanjutan, serta penerapan sistem early warning untuk mengidentifikasi potensi risiko sedini mungkin.

“BRI tetap memiliki appetite untuk tumbuh dan menyalurkan kredit kepada sektor produktif. Namun, pertumbuhan tersebut harus dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan kualitas. Kami memastikan setiap ekspansi kredit melalui proses asesmen risiko yang memadai sehingga pertumbuhan bisnis dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Ety. dikutip Kamis, 20 Agustus 2026.

Dalam menjalankan strategi pertumbuhan, BRI menerapkan pendekatan yang selektif dengan mempertimbangkan karakteristik risiko pada setiap segmen dan sektor ekonomi.  BRI juga terus menyempurnakan  kebijakan perkreditan serta mekanisme monitoring portofolio agar tetap relevan terhadap perubahan kondisi ekonomi dan profil risiko. Pendekatan tersebut memungkinkan BRI menjaga keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan tingkat risiko yang dapat diterima oleh bank.

Di sisi lain, pengelolaan risiko tidak berhenti setelah kredit disalurkan. BRI melakukan pemantauan portofolio secara berkala melalui pendekatan berbasis data untuk mendeteksi perubahan kualitas debitur maupun potensi tekanan pada sektor tertentu.

“Prinsip kami bukan sekadar bagaimana kredit dapat tumbuh, tetapi bagaimana kredit tersebut dapat tumbuh dengan kualitas yang terjaga. Karena itu, kami terus memperkuat proses dari hulu hingga hilir, mulai dari underwriting, monitoring baik on-site maupun off-siteearly warning system, hingga penanganan kredit yang membutuhkan perhatian khusus,” lanjut Ety.

Baca Juga :
BRI Buka Jalan UMKM Indonesia ke Pasar Global melalui Guangdong & Macao Branded Products Fair 2026
Menembus Ombak, Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara
Direksi Terjun Langsung, BRI Peduli Bangun 3 Posko Logistik dan 1 Dapur Umum di NTT

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ditantang Pihak Ruben Onsu Soal Audit Nafkah, Pihak Sarwendah Akui Heran
• 1 jam lalu
0
thumb
Cara Simpan Kontak WhatsApp Pakai Username Tanpa Nomor HP
• 7 jam lalu
0
thumb
Kirim Kapal Rumah Sakit ke NTT, Kasad: Penanganan Bencana Harus Punya Napas Panjang
• 7 jam lalu
0
thumb
Pramono Pastikan LPDP Jakarta Tak Ganggu Anggaran Perbaikan Sekolah
• 18 jam lalu
0
thumb
BI Siapkan Jurus Baru Jaga Rupiah, Pinjaman Asing Dapat Insentif Lindung Nilai 12,5 Persen
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.