Anggota Dewan: Penanganan Karhutla Jangan Tunggu Kabut Asap Ganggu Penerbangan

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan mendorong pemerintah untuk merespons penanganan kebakaran hutan (karhutla) dengan cepat.

"Penanganan tidak boleh baru masif setelah asap mengganggu penerbangan dan membahayakan kesehatan masyarakat," kata Johan kepada Kompas, Rabu (19/8/2026).

Ia pun mendorong Pemerintah untuk segera meninjau kembali efektivitas penanganan karhutla oleh Satgas.

Baca juga: 5 Lokasi Kabupaten Banjar Dilanda Karhutla Bersamaan, Petugas Hadapi Medan Sulit

Menurutnya, kabut asap yang mengganggu penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa respons di lapangan terkesan lamban dan belum terkoordinasi secara optimal.

"Salah satu persoalannya adalah belum kuatnya komando tunggal kebencanaan yang memiliki kewenangan jelas untuk menggerakkan seluruh sumber daya lintas instansi," ucapnya.

Baca juga: Karhutla Paser Kaltim: 67 Kejadian, 128,8 Hektare Lahan Terbakar

Karena itu menurutnya, Pemerintah perlu menetapkan satu komando operasi dengan indikator kerja yang terukur, terkait siapa yang memimpin, wilayah prioritas, target waktu pemadaman, pengerahan personel dan peralatan, hingga pertanggungjawaban setiap pihak.

Dalam keadaan darurat, tidak boleh ada tumpang tindih kewenangan atau saling menunggu antara pemerintah daerah, BPBD, BNPB, Manggala Agni, TNI–Polri, maupun pengelola konsesi.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menambahkan, selain memperkuat pemadaman, pemerintah harus mengevaluasi sistem deteksi dini, patroli terpadu, kesiapan sarana, serta kepatuhan perusahaan pemegang konsesi.

Baca juga: Cerita Muliadi, 4 Hari Tak Bisa Bekerja Karena Asap Karhutla di Kampar Riau

Ia berpendapat, setiap titik api harus segera diverifikasi, dipadamkan, dan ditelusuri penyebabnya.

Jika ditemukan kelalaian atau unsur kesengajaan, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas.

"Kabut asap yang terus berulang menandakan bahwa persoalannya bukan sekadar cuaca, tetapi juga kelemahan tata kelola pencegahan dan koordinasi penanganan karhutla," ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Terjunkan Tim Bebaskan Sembilan Remaja Diculik Separatis Papua
• 3 jam lalu
0
thumb
Mantan Terindah vs Mantan Kandung, Mana yang Harus Diwaspadai Saat PDKT?
• 3 jam lalu
0
thumb
Kejuaraan Dunia BWF 2026: Sempat Panik, Jojo Ungkap Kunci Kemenangan
• 18 jam lalu
0
thumb
Posko Terpadu, Pengungsi Gempa di Kabupaten Manggarai Dapat Bantuan Logistik | SAPA SIANG
• 4 jam lalu
0
thumb
Seskab: Prabowo Undang Petugas Upacara HUT 81 RI ke Hambalang, Beri Apresiasi
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.