"Tadi mainnya masih terlalu tegang, agak panik dan tidak percaya buat penggunaan strategi. Pola yang sudah disiapkan jadi serba ragu sampai pertengahan gim pertama," ungkap Jojo.
Masuk ke game kedua, drama kembali terjadi. Jojo yang sempat memimpin jauh 20-14 justru mendapat perlawanan sengit. Jia mengubah pola permainan yang sempat membuat Jojo panik sebelum akhirnya berhasil mengunci kemenangan 21-19.
"Di game kedua, sudah unggul 14-20 dan saya merasa lawan akan melepas, tapi ternyata dia masih berusaha dengan mengganti pola permainan. Itu membuat dia dapat banyak poin dan saya lumayan panik. Beruntung bisa menyelesaikan. Di game ketiga sudah lebih terbaca permainannya," jelas Jojo. Baca juga: Kejuaraan Dunia BWF 2026: Hilang Fokus Bikin Bimo/Arlya Terhenti di 32 Besar Pengalaman berharga dari dua game awal menjadi modal utama Jojo untuk tampil dominan di game penentu. Ia tampil lebih rileks dan berhasil menutup gim ketiga dengan skor meyakinkan 21-11. Nikmati Proses Belajar Menghadapi dinamika di lapangan, Jojo menekankan pentingnya menikmati setiap proses pembelajaran. Menurutnya, olahraga bulu tangkis sangat dinamis dan tidak bisa diprediksi secara kaku.
"Tidak hanya di Kejuaraan Dunia, tapi di setiap turnamen selalu dijadikan pelajaran. Agak susahnya hal ini bukan mutlak matematika, jadi yang dipelajari kemarin bisa berbeda hari ini. Banyak situasi yang membuat beda, dari kondisi, mood, hingga feel-nya. Ini yang masih saya nikmati prosesnya setiap hari," pungkas Jojo.
Kemenangan ini membawa Jonatan Christie melangkah lebih jauh di Kejuaraan Dunia BWF 2026 sekaligus memperbesar peluang Indonesia meraih gelar di sektor tunggal putra.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)






Komentar (0)