Houston: Harga minyak dunia menguat pada Rabu, 19 Agustus 2026, dengan Brent mencapai level tertinggi dalam sekitar empat pekan. Penguatan terjadi di tengah kebuntuan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait Selat Hormuz serta meningkatnya ketegangan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Iran.
Dikutip dari Investing, Kamis, 20 Agustus 2026, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik 0,6 persen menjadi USD91,54 per barel. Harga tersebut merupakan level tertinggi sejak 24 Juli.
Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober naik 0,3 persen menjadi USD84,27 per barel, sekaligus mencapai level tertinggi sejak 31 Juli. Ketegangan Selat Hormuz berlanjut Washington dan Teheran masih berselisih mengenai pengelolaan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran minyak terpenting dunia.
Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung atau dijadwalkan dengan Iran. Ia juga menyebut blokade angkatan laut AS masih berlaku.
"Kami memegang kendali penuh atas selat tersebut," ujar Trump kepada wartawan, dikutip dari Investing.
Sementara itu, Iran menuntut AS memenuhi sejumlah syarat, termasuk menghentikan permusuhan di berbagai lini dan mencairkan aset Iran yang dibekukan, sebelum selat tersebut dibuka kembali.
Baca Juga :
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Data lalu lintas pelayaran juga menunjukkan penurunan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz. Menurut Kpler, jumlah pelintasan kapal yang terkonfirmasi turun 17 persen dari hari sebelumnya menjadi 10 kapal pada Selasa. Jumlah tersebut sempat turun menjadi hanya tiga kapal pada Minggu.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan telah menghentikan seluruh perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran. Langkah tersebut diambil setelah UEA mendeteksi dua rudal balistik yang diluncurkan Iran menuju jalur pelayaran maritim. Stok minyak AS meningkat Dari AS, data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah komersial meningkat 4,4 juta barel pada pekan yang berakhir 14 Agustus menjadi 428,8 juta barel.
Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak 29 Mei dan jauh di atas perkiraan kenaikan sebesar 200 ribu barel.
Namun, total persediaan minyak AS, termasuk Cadangan Minyak Strategis (SPR), turun 900 ribu barel menjadi 722,2 juta barel. Angka tersebut merupakan level terendah sejak April 1984.
Sementara itu, stok minyak mentah di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, turun 1,3 juta barel menjadi 21,3 juta barel.





Komentar (0)