OPM Serang Pos Aparat di Mimika, 9 Perempuan Dibawa Paksa

rctiplus.com
6 jam lalu
Cover Berita
OPM Serang Pos Aparat di Mimika, 9 Perempuan Dibawa PaksaNasional | inews | Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:04Dengarkan Berita

MIMIKA, iNews.id – Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyerang pos aparat keamanan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026). Sembilan warga perempuan, termasuk anak-anak, dibawa paksa.

Serangan tersebut dilakukan dari tiga arah dan memicu kontak tembak antara OPM atau dikenal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu dan aparat keamanan. Setelah melakukan penembakan, kelompok tersebut mundur dari lokasi.

Aparat kemudian menyisir sekitar lokasi kejadian. Dari informasi masyarakat, aparat mendapat laporan, kelompok bersenjata tersebut membawa paksa sembilan warga perempuan.

Sembilan warga tersebut terdiri atas anak-anak yang masih duduk di kelas 3, 4 dan 6 SD, seorang perempuan berusia 18 tahun, serta seorang remaja berusia 17 tahun yang sedang hamil muda.

Saat sembilan warga tersebut dibawa, dua ibu rumah tangga berusaha mempertahankan anak mereka. Namun, keduanya menjadi korban kekerasan.

Salah satu korban, Neregingget Magai, tewas tertembak di lokasi kejadian. Sementara itu, korban lainnya, Inkolung Aim, dilempar ke jurang hingga patah tulang kaki.

Baca Juga:Jadwal SIM Keliling di Bandung Hari Ini 20 Juli 2026, Cek Lokasi dan Persyaratannya

Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Teuku Jozanda mengatakan, setelah menerima laporan mengenai sembilan warga yang dibawa paksa, personel langsung dikerahkan untuk melakukan pengejaran.

"Serangan terjadi di pagi hari, mereka menembak, kita membalas kemudian mundur. Saat itu kita konsolidasi. Kemudian kita mendapat laporan dari masyarakat setempat bahwa ada beberapa warga yang dipaksa dibawa," ujar Letkol Inf Teuku Jozanda.

Dia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan biadab dan tidak manusiawi. Aparat berharap sembilan warga yang dibawa paksa segera ditemukan dan dipastikan dalam kondisi selamat.

"Kita adalah makhluk berakal dan kita paham perbuatan itu adalah perbuatan yang biadab, tidak manusiawi dan keji. Kemudian tindak lanjutnta kita merespons dengan mengirimkan tim Satgas untuk mengejar pelaku," ucapnya.

#papua

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KEK Tanjung Lesung Raup Investasi Rp2,5 Triliun di 2026, Serap 6.500 Pekerja
• 3 jam lalu
0
thumb
Kisah 2 Mitra Driver Gojek Jadi Paskibra Pada Perayaan HUT ke-81 RI
• 23 jam lalu
0
thumb
253 Ton Logistik Sudah Dikirim ke NTT, Prabowo Perintahkan Distribusi Lewat Udara, Laut, dan Darat
• 23 jam lalu
0
thumb
Usut Kematian Janggal Sutrimo, Polda Metro Jaya Periksa 27 Saksi
• 18 jam lalu
0
thumb
Pemprov DKI perkuat sinergi bangun sistem perlindungan perempuan
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.