Sejak awal laga, Rachel/Febi tampil dominan dan memegang kendali permainan. Strategi menekan sejak awal membuat Isyana/Rinjani kesulitan keluar dari tekanan dan kerap melakukan kesalahan sendiri. Strategi Agresif dan Adaptasi Angin Jadi Kunci Kemenangan solid ini tak lepas dari kesiapan taktik yang diterapkan Rachel/Febi. Febi Setianingrum mengungkapkan bahwa adaptasi terhadap kondisi lapangan menjadi pembeda utama dibandingkan pertemuan mereka sebelumnya di Indonesia Open 2026. Baca juga: Kejuaraan Dunia BWF 2026: Persiapan Maksimal Bawa Fajar/Fikri ke 16 Besar "Di pertandingan tadi kami bermain lebih agresif, lebih banyak menyerang dan melakukan defense balik serang. Di pertemuan sebelumnya di Indonesia Open 2026 sebenarnya mainnya juga sama yaitu menyerang, namun di sini ada perbedaan di kondisi angin. Itu yang membuat hari ini kami bisa lebih pegang kontrol," jelas Febi. Percaya Diri Lawan Wakil Jepang Sementara itu, Rachel Allessya Rose menilai modal kemenangan terdahulu membuat mereka tampil lebih rileks dan percaya diri di lapangan. Tampil tanpa beban membuat eksekusi serangan mereka berjalan sesuai rencana.
"Melawan Hira/Jani kami punya modal percaya diri karena sudah pernah menang. Tadi mainnya nyaman dengan menyerang dan lawan juga jadi melakukan kesalahan sendiri," kata Rachel.
Usai memenangi duel persaudaraan ini, tantangan lebih besar sudah menanti Rachel/Febi di babak 16 besar. Mereka dijadwalkan berhadapan dengan pasangan tangguh asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto.
"Target kami mau menang dulu besok lawan Yuki/Mayu," tegas Rachel menatap laga krusial tersebut.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)






Komentar (0)