Transformasi SDM Topang Kinerja Bisnis, Produktivitas BTN Naik 59,71%

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat strategi sumber daya manusia (SDM) untuk menopang transformasi bisnis Perseroan. Hingga semester I-2026, produktivitas pegawai BTN meningkat 59,71 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari Human Capital Strategy 2026-2030 yang berfokus pada peningkatan kapasitas, kapabilitas, dan produktivitas pegawai. Strategi ini antara lain dilakukan melalui upskilling dan reskilling untuk menyiapkan kompetensi baru di tengah digitalisasi, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan perubahan kebutuhan nasabah.

Peningkatan produktivitas tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja bisnis BTN. Pada semester I-2026, laba bersih konsolidasian Perseroan tumbuh 40,8 persen yoy menjadi Rp2,40 triliun.

Direktur Human Capital & Compliance BTN Eko Waluyo mengatakan perubahan teknologi turut mengubah lanskap perbankan, termasuk jenis pekerjaan dan kompetensi yang dibutuhkan. Namun, menurutnya, keberhasilan transformasi bisnis tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kesiapan SDM.

"Sering kali kita mengatakan perubahan itu tentang teknologi. Tidak salah, tetapi statement itu harus kita sambung: bukan hanya teknologi, justru people yang paling penting dan menjadi motor dari semua perubahan," ujar Eko, dalam keterangan tertulis, Rabu, 19 Agustus 2026.

Karena itu, BTN menjalankan transformasi SDM dengan fokus pada tiga aspek, yakni capacity, capability, dan productivity. Strategi tersebut diselaraskan dengan Corporate Plan BTN dan arahan Danantara Indonesia melalui penguatan talent management, pembangunan kapabilitas baru, serta program reskilling dan upskilling.


Direktur Human Capital & Compliance BTN Eko Waluyo (tengah). Foto: dok BTN.
 

Baca Juga :

Laba BTN Melonjak 54% hingga Mei 2026, Lampaui Rata-rata Industri
  Fokus pada sumber pertumbuhan baru
Sejalan dengan perubahan model bisnis dan digitalisasi, BTN mengarahkan pengembangan kompetensi pegawai untuk mendukung peran yang lebih dekat dengan nasabah (customer facing) dan menghasilkan pendapatan (revenue generator). Di sisi lain, Perseroan melakukan otomasi dan penyederhanaan terhadap pekerjaan yang bersifat repetitif.

"Kalau menggunakan strategi sepak bola, hari ini strategi kita menyerang, jadi harus lebih banyak striker. Lima tahun ke depan, kami ingin memiliki susunan tenaga kerja yang lebih banyak customer facing dan revenue generator," kata Eko.

Menurut Eko, transformasi SDM harus memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan. Oleh karena itu, BTN tidak hanya mengukur keberhasilan dari program pengembangan pegawai, tetapi juga dari peningkatan produktivitas dan kontribusinya terhadap pertumbuhan bisnis.

"Transformasi tidak akan menghasilkan apa-apa kalau people-nya tidak berubah. Karena itu, yang kami bangun adalah capacity, capability, dan productivity. Bicara mengenai orang pada akhirnya juga harus bermuara pada penciptaan value bagi perusahaan," tutur dia.

Selain peningkatan produktivitas, BTN terus mengembangkan kapabilitas talenta untuk mendukung sumber pertumbuhan baru, termasuk bisnis transaksi, non-housing loan, dan layanan digital. Pengembangan kompetensi juga diarahkan pada sejumlah kemampuan yang dibutuhkan ke depan, seperti AI, inovasi digital, keamanan siber, serta risk and compliance.

Transformasi tersebut mendapat pengakuan dalam Indonesia Human Capital Award (IHCA) XII 2026. BTN meraih empat penghargaan, yakni 2nd Best of The Best Company in Human Capital 2026 - Titanium Award kategori Public Company, Best in HR Blueprint & Impact to Business 2026, dan Best in Learning & Development 2026.

Sementara itu, Eko Waluyo meraih Best of The Best Human Capital Director 2026 - Titanium Award kategori Public Company. Eko menilai penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap transformasi SDM BTN yang semakin diarahkan untuk mendukung kebutuhan bisnis.

"Pada akhirnya, keberhasilan human capital bukan hanya tentang seberapa baik kita mengelola orang, tetapi bagaimana kita membangun kapabilitas yang membuat perusahaan terus relevan, bertumbuh, dan memiliki daya saing di tengah perubahan," kata dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pasal 33 UUD 1945 Dinilai Tekankan Keseimbangan Peran Negara, Swasta, dan Koperasi
• 14 jam lalu
0
thumb
Penyesuaian TKD, APBD Banten Diproyeksikan Turun Jadi Rp 9,51 Triliun
• 19 jam lalu
0
thumb
ChatGPT Versi Baru Khusus Buat Anak, Orang Tua Wajib Tahu
• 16 jam lalu
0
thumb
Polri Dorong Swasembada Bawang Putih, 14 Polda Garap Ratusan Hektare Lahan
• 14 jam lalu
0
thumb
Tarif Rp 0, Kemenkum Bali Dorong Musisi Daftarkan Hak Cipta
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.