JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak khawatir terhadap kemungkinan terjadinya gempa dengan kekuatan lebih besar setelah gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan secara ilmiah sesar aktif membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk kembali mengakumulasi energi hingga dapat memicu gempa berkekuatan besar.
"Nah, ini perlu dipastikan bahwa diperlukan waktu hingga puluhan tahun, ya, agar sesar naik di busur belakang dari Flores ini dapat mengumpulkan energi dan menghasilkan gempa sebesar yang ada sekarang ini atau bisa lebih besar atau lebih kecil. Jadi diperlukan waktu panjang," kata Kepala BMKG di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Faisal mengatakan BMKG hingga kini masih melakukan pemantauan secara nonstop selama 24 jam terhadap aktivitas gempa susulan yang terjadi di NTT. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang sumber dan kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Masyarakat tidak perlu khawatir tentang itu. Mohon tetap tenang bahwa kita terus memantau kondisinya. Insya Allah dalam 3 sampai 4 minggu ke depan itu peluruhan akan terjadi," ujarnya.





Komentar (0)