Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi berbagai persoalan lingkungan di Jawa Barat, mulai dari gunung yang gundul, sungai dipenuhi sampah, hingga abrasi di kawasan pesisir.
Dedi mengatakan penanganan persoalan lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, upaya tersebut harus dilakukan bersama dan menyeluruh, mulai dari penghijauan, penataan aktivitas pertambangan, hingga pengelolaan sampah.
"Masih banyak lagi nih, gunung-gunung yang gundul, sungai penuh sampah, laut-laut yang abrasi," ujar Dedi, Rabu (19/8).
Untuk mengatasi persoalan hutan dan gunung gundul, Dedi menyebut pemerintah akan terus mendorong penghijauan. Penanaman pohon menjadi salah satu upaya yang dilakukan bersamaan dengan pembenahan tata kelola aktivitas pertambangan.
"Nah, kita harus terus beresin secara bersama-sama penanaman, kemudian pengaturan tambang, tidak boleh ada illegal logging di Jawa Barat," katanya.
Selain penghijauan dan penataan pertambangan, Dedi juga mendorong pembenahan pengelolaan sampah. Pemerintah mulai membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Dedi berharap fasilitas pengolahan sampah tersebut nantinya dapat diterapkan secara merata di seluruh wilayah Jawa Barat. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat menekan persoalan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
"Semoga nanti menyeluruh merata di seluruh wilayah, sehingga di Jawa Barat nanti bebas sampah," ucapnya.
Dedi juga menilai upaya menjaga lingkungan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Ketiga sektor tersebut dinilai penting untuk menopang kehidupan masyarakat Jawa Barat.
"Peningkatan kualitas pertaniannya harus ditingkatkan, peternakannya harus ditingkatkan, perikanannya harus ditingkatkan," katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga akan mendorong pencegahan pencemaran lingkungan. Dedi mengingatkan aktivitas masyarakat maupun usaha tidak boleh mencemari sungai dan udara ataupun menurunkan kualitas kehidupan masyarakat.
Menurut Dedi, pembenahan lingkungan juga harus tetap berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi. Investasi tetap perlu didorong untuk membuka lapangan kerja, namun harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat.
"Investasinya harus terus meningkat agar lapangan kerja makin terbuka," katanya.
Dedi mengajak seluruh masyarakat ikut terlibat dalam menjaga lingkungan Jawa Barat. Ia menegaskan Jawa Barat bukan hanya milik pemerintah, melainkan milik seluruh masyarakat yang harus dirawat dan dijaga bersama.
"Dirgahayu Provinsi Jawa Barat, Jawa Barat milik kita semua. Mari kita rawat dan jaga untuk kepentingan seluruh warga," pungkasnya.






Komentar (0)