Namun biasanya setelah digunakan beberapa watu lamanya, satu per satu mulai bermunculan masalah. Mulai dari masalah kaki-kaki, power steering, mesin, hingga transmisi pun mulai minta jajan. Jika masalahnya di komponen yang fast-moving, tentu masih bisa dimaklumi.
Namun jika masalahnya berada di jantung penggerak seperti mesin mulai terdengar kasar, hingga knalpot berasap tebal, itu tandanya terjadi masalah serius di ruang pembakaran mesin mobil Sobat Medcom.
Agar tidak salah pilih dan boncos di kemudian hari, perhatikan beberapa tips berikut:
-Cek Riwayat Dokumen (Legalitas)
Pastikan kelengkapan surat seperti BPKB, STNK, dan faktur pembelian aslinya ada serta cocok nomor rangka dan mesinnya. Periksa juga status pembayaran pajak kendaraan. Baca Juga:
Pemprov DKI Siapkan Aturan Baru Kendaraan Listrik, Bakal Kena Pajak?
-Inspeksi Sektor Mesin
Hidupkan mesin dalam kondisi dingin (cold start). Pastikan mesin langsung menyala dengan halus, tidak ada bunyi ketukan (ticking noise), serta tidak keluar asap putih dari knalpot yang menandakan oli sudah naik ke ruang bakar.
-Uji Suspensi dan Kaki-Kaki
Ajak mobil berkendara singkat (test drive). Bunyi gluduk-gluduk di bagian roda depan menandakan komponen kaki-kaki (seperti link stabilizer, bush arm, atau shockbreaker) sudah waktunya diremajakan.
-Waspada Bekas Banjir dan Tabrakan
Periksa bagian kolong dashboard, laci, serta karet-karet pintu untuk mendeteksi apakah mobil pernah terendam banjir atau mengalami tabrakan hebat.
Jika memang masih belum yakin dengan kondisi keseluruhannya, Sobat disarankan untuk membawa inspektor mobil yang berpengalaman untuk memastikan kondisi kendaraan yang ingin dibeli benar-benar sesuai ekspektasi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)






Komentar (0)