Terdampak Gempa, Desa di Manggarai Timur NTT Ini Belum Dapat Bantuan dari Pemerintah

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa yang melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak terhadap ke banyak desa. Salah satunya, Desa Arus, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, NTT.

"Kondisi sampai saat ini sangat memprihatinkan. Banyak rumah warga yang runtuh sejak gempa pada Sabtu, 15 agustus lalu. Masyarakat hidup di tenda-tenda yang mereka buat sendiri," kata Kades Arus, Beribertus Jehatu dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Baca juga: BNPB Ungkap Kesulitan Penyaluran Bantuan Logistik Pasca-gempa NTT

Jehatu menambahkan, dalam beberapa hari ini, warga hidup di tenda-tenda dengan gotong royong dan bahu membahu. Makan dan minumnya juga melalui semangat kebersamaan dengan mengumpulkan beras dari rumah ke rumah.

"Begitu juga dengan sayur-sayuran, kita mengumpulkan. Begitu mereka hidup," kata dia.

Baca juga: Mendagri Tito Salurkan Tali Asih kepada Ahli Waris Korban Gempa Maumere

Saat ditanya, apakah masyarakat Desa Arus telah mendapatkan bantuan baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, Jehatu mengaku belum ada satu pun bantuan yang masuk ke desa.

"Sejauh ini belum ada bantuan yang masuk dari pemerintah ke desa saya. Bantuan dari pemerintah, LSM atau lembaga-lembaga lain belum sampai ke desa kami," kata dia.

"Kami juga tidak tahu persis persoalan atau kendala sehingga bantuan-bantuan itu cukup lambat untuk sampai ke desa kami," kata dia menambahkan.

Baca juga: Update Gempa NTT: Korban Jiwa Bertambah Jadi 71 Orang

Berdasarkan data, sebanyak 66 rumah rusak berat di Desa Arus, termasuk rumah ibadah dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Juga ada 112 rumah rusak sedang.

Selain itu, ada 5 orang mengalami luka berat dan 30 luka ringan.

Dokumentasi Warga Rumah yang ambruk di Desa Arus, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa dan belum mendapatkan bantuan.

Salah seorang warga Desa Arus, Yohanes, sangat merasakan dengan kejadian gempa. Dia dan keluarga juga sudah merasa tidak nyaman dengan rumah yang sudah hancur.

"Kami hanya mendirikan tenda-tenda apa adanya. Barangkali ke depannya ada hati baik dari pemerintah,"kata Yohanes.

Baca juga: Kisah Warga Sikka Patah Kaki Saat Selamatkan Diri dari Gempa NTT, Merangkak Keluar Rumah

"Kalau untuk bantuan, saya rasa belum ada sama sekali. Dari obat-obatan, makanan, terutama untuk bayi. Kami bangun tenda malam-malam, dingin-dingin, banyak bayi yang tidak nyaman," kata dia menambahkan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa Gizi UMJ Raih Tiga Prestasi pada 9th IPB International Nutrition Summer Course
• 1 jam lalu
0
thumb
Peringati HUT Ke-81 RI, Jamuan Rakyat Berlangsung Meriah di Jakarta Barat, Libatkan UMKM
• 8 jam lalu
0
thumb
Kronologi Pendaki 16 Tahun Jatuh ke Kawah Gunung Slamet, Dievakuasi di Kedalaman 20 Meter
• 11 jam lalu
0
thumb
Video: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 22 Kg Emas
• 17 jam lalu
0
thumb
Menteri ESDM: Pemulihan listrik di NTT terus dilakukan
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.