Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, mengikuti pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
IHSG turun 55,70 poin atau 0,86 persen ke level 6.394,13. Sementara itu, indeks LQ45 yang mengukur kinerja 45 saham unggulan melemah 3,56 poin atau 0,56 persen ke level 627,47.
"Kekhawatiran akan memanasnya ketegangan geopolitik yang meluas dan dampaknya terhadap harga minyak menjadi faktor negatif," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 19 Agustus 2026.
Sementara dari mancanegara, Iran mempertimbangkan untuk menyerang aset-aset AS di Bulgaria dan Siprus apabila perang antara AS dan Iran kembali berlangsung. Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan telah menghentikan seluruh perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Sebelumnya, UEA menyatakan mendeteksi rudal yang diluncurkan Iran ke arah wilayah perairannya pada Selasa, 18 Agustus 2026.
"Mayoritas indeks di bursa kawasan Asia ditutup melemah di tengah kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan geopolitik," kata Ratna.
Ilustrasi. Foto: MI/Susanto.
Baca Juga :
Simak 6 Rekomendasi Saham Supaya Cuan Hari IniSedangkan dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Agustus 2026 memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen, sesuai dengan perkiraan konsensus. Suku bunga Deposit Facility juga dipertahankan di level 4,75 persen, sedangkan Lending Facility tetap sebesar 6,5 persen.
Di sisi lain, pelemahan indeks dolar AS mendorong nilai tukar rupiah menguat 0,12 persen ke level Rp17.862 per USD. IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG kembali bergerak di teritori negatif hingga perdagangan berakhir.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, dua sektor menguat. Sektor infrastruktur naik 0,73 persen, diikuti sektor properti yang menguat 0,63 persen. Sementara itu, sembilan sektor melemah. Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 1,14 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan industri yang masing-masing turun 0,86 persen dan 0,75 persen.
Saham yang mengalami penguatan harga terbesar yakni FUJI, TIFA, FPNI, WEGE, dan TRUS. Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FAST, DWGL, TCPI, ASLI, dan KJEN.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2,18 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 34,26 miliar lembar senilai Rp14,25 triliun. Sebanyak 257 saham menguat, 379 saham melemah, dan 317 saham stagnan.
Bursa saham regional Asia pada Rabu sore juga mayoritas melemah. Indeks Nikkei turun 3,12 persen ke 65.356,00, Shanghai Composite melemah 2,40 persen ke 3.894,42, Hang Seng menguat 0,09 persen ke 25.495,07, Kospi turun 5,80 persen ke 6.471,17, dan Straits Times melemah 0,13 persen ke 5.694,24.





Komentar (0)