Berlin, VIVA – Mercedes-Benz sempat memilih menjauh dari bisnis taksi di Jerman karena margin keuntungannya dianggap terlalu tipis. Namun, ketika BYD mulai agresif masuk ke sektor tersebut, pabrikan mobil mewah asal Jerman itu justru kembali mengubah strateginya.
Pasar taksi selama ini punya posisi penting bagi Mercedes-Benz, terutama karena E-Class pernah menjadi salah satu pilihan utama operator. Namun, pangsa Mercedes-Benz di pasar taksi Jerman sempat merosot tajam dari 45 persen pada 2022 menjadi hanya 8 persen dari pendaftaran taksi baru pada paruh pertama 2025.
Kondisinya mulai berubah pada tahun ini setelah Mercedes-Benz kembali memberi perhatian lebih besar ke segmen tersebut. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, pangsa mobil Mercedes-Benz dalam pendaftaran taksi baru di Jerman naik menjadi 18 persen.
Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Rabu 19 Agustus 2026, salah satu senjata yang digunakan adalah diskon besar untuk beberapa model diesel E-Class. Operator taksi mendapat potongan harga hingga 24 persen, sehingga harga mobil tersebut bisa turun menjadi di bawah 40 ribu euro.
Strategi itu mulai terlihat hasilnya dari jumlah E-Class yang kembali masuk ke armada taksi. Pada 2025 hanya ada 72 unit E-Class baru yang terdaftar sebagai taksi, sedangkan sepanjang enam bulan pertama 2026 jumlahnya sudah mencapai 126 unit.
Mercedes-Benz juga memberikan insentif untuk model lain seperti Vito dan V-Class yang biasa digunakan sebagai kendaraan angkutan penumpang. Bahkan, model listrik VLE yang akan menggantikan V-Class juga masuk dalam rencana Mercedes-Benz untuk kembali memperkuat bisnis taksi.
Keputusan Mercedes-Benz kembali serius di sektor ini datang ketika BYD mulai melihat pasar taksi sebagai salah satu jalur pertumbuhan baru. Pabrikan asal China tersebut bahkan menargetkan bisa menjual sekitar 500 unit mobil untuk kebutuhan taksi di Jerman hingga akhir tahun ini.
BYD tidak hanya mengandalkan mobil listrik untuk menarik operator, tetapi juga menawarkan BYD Seal 6 Touring dengan harga khusus. Model hybrid tersebut dijual kepada operator taksi dengan harga di bawah 30 ribu euro atau mendapat potongan hingga 37 persen dari harga normal.
Persaingan juga semakin menarik karena sejumlah kota di Jerman mulai mendorong penggunaan taksi nol emisi. Hamburg menjadi salah satu kota yang disebut mulai membatasi izin baru untuk kendaraan taksi yang tidak menghasilkan emisi.





Komentar (0)