PASURUAN, iNews.id – Aksi konvoi puluhan simpatisan perguruan silat berujung ricuh usai dibubarkan paksa warga di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (18/8/2026) malam. Warga geram lantaran rombongan konvoi bising dan mengganggu waktu istirahat.
Aksi pembubaran konvoi pesilat oleh massa warga setempat tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.
Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, rombongan pesilat tersebut tengah meluncur dari arah barat menuju timur. Mereka berencana menghadiri acara pengukuhan kenaikan tingkat anggota perguruan silat di wilayah Winongan, Kabupaten Pasuruan.
Namun saat melintas di kawasan pemukiman warga Bukir pada tengah malam, rombongan justru menggeber knalpot sepeda motor mereka serta menyalakan flare (suar). Warga yang merasa terganggu jam tidurnya lantas keluar rumah dan langsung menghadang serta membubarkan barisan konvoi.
Baca Juga:Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan KoordinasiLantaran dipicu kekesalan yang memuncak, bentrok fisik tak terhindarkan. Sejumlah simpatisan pesilat sempat menjadi sasaran amuk massa hingga mengalami luka-luka lebam di bagian wajah.
Beruntung aksi pengeroyokan tidak meluas setelah petugas kepolisian yang sedang menggelar patroli rutin langsung tiba di lokasi untuk meredam situasi.
Guna mencegah bentrokan susulan serta memulihkan kondusivitas wilayah, petugas mengamankan dua orang simpatisan rombongan pesilat ke Mapolres Pasuruan Kota.
Kedua pemuda yang diamankan masing-masing berinisial MV (19), warga Desa Tambaan, Kecamatan Panggungrejo, Pasuruan, serta RD (18), warga Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.
"Polisi mengamankan dua orang dari rombongan simpatisan ke Mapolres Pasuruan Kota untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi, Rabu (19/8/2026).
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan Kota masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami seluruh rangkaian kronologi pemicu keributan antara rombongan pesilat dan warga setempat.
Kedua pemuda tersebut masih berstatus sebagai saksi terperiksa dan belum ditetapkan sebagai tersangka.
#jatim





Komentar (0)