TNBTS Kembali Membuka Wisata Gunung Bromo Usai Karhutla Berhasil Dipadamkan

pantau.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, kembali dibuka pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 00.01 WIB setelah kebakaran hutan dan lahan berhasil ditangani.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan keputusan pembukaan kembali kawasan Bromo diambil berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi kondisi pascakebakaran.

"Mempertimbangkan aspek keselamatan pengunjung dan petugas, sehingga kawasan Bromo dibuka untuk wisata Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 00.01 WIB," kata Rudi.

Pembukaan kawasan wisata tersebut tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor PG.19/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 yang diterbitkan pada 19 Agustus 2026.

Tiket Bromo Kembali Dijual dengan Kuota 2.752 Wisatawan

Balai Besar TNBTS menyatakan tiket kunjungan Gunung Bromo sudah dapat dipesan melalui laman resmi bromotenggersemeru.id mulai Rabu, 19 Agustus 2026.

Kuota kunjungan wisata tidak mengalami perubahan dan tetap ditetapkan sebanyak 2.752 orang per hari.

Seluruh pintu wisata Bromo sebelumnya ditutup total pada Sabtu, 8 Agustus 2026, akibat meningkatnya eskalasi karhutla di kawasan tersebut.

Penutupan mencakup pintu Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Rudi mengatakan pengunjung yang kembali memasuki kawasan Bromo wajib mematuhi seluruh peraturan dan arahan petugas serta menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan.

Wisatawan juga dilarang melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuat perapian serta membuang puntung rokok atau benda lain yang berpotensi menjadi sumber api.

"Kita bersama-sama saling menjaga kawasan agar kebakaran tidak kembali terjadi," ucapnya.

Kebakaran Bromo Dipadamkan Setelah Penanganan 13 Hari

Balai Besar TNBTS menyebut api yang melanda kawasan Gunung Bromo berhasil dipadamkan setelah penanganan selama 13 hari sejak kebakaran terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026.

Penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan dari Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, mitra, relawan, masyarakat hingga pelaku jasa wisata.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan kebakaran, mulai petugas Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, mitra, relawan, masyarakat, hingga pelaku jasa wisata," ucap dia.

TNBTS meminta wisatawan segera melapor kepada petugas apabila menemukan asap, bara, maupun indikasi kebakaran selama berada di kawasan Gunung Bromo.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hari Merdeka yang Merana, Pedagang Keluhkan Daya Beli Anjlok
• 14 jam lalu
0
thumb
Jadwal Persija Jakarta Super League 2026/2027: Kerja Keras STY Langsung Hadapi Persib Bandung dan Borneo FC
• 17 menit lalu
0
thumb
Pria Tanpa Busana yang Ngamuk dan Pukul Pemotor di Jagakarsa Ternyata Lagi Mabuk
• 16 jam lalu
0
thumb
Perkuat Data Alumni, Unhas Dorong Tracer Study untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Reputasi
• 9 jam lalu
0
thumb
Foto: Utusan Trump Gagal Hentikan Perang, Serangan Israel ke Gaza Terus Berjalan
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.