VIVA – Habib Bahar bin Smith turut hadir dalam aksi unjuk rasa yang digelar ratusan massa dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di depan pabrik PT Inti Tirta Sari Makmur, Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa 18 Agustus 2026.
Aksi tersebut menjadi bentuk penolakan terhadap aktivitas produksi minuman beralkohol yang berlangsung di pabrik yang berada di Jalan Lanbau. Massa mendesak agar kegiatan produksi minuman keras dihentikan dan operasional perusahaan ditutup.
Sejumlah kelompok masyarakat turut ambil bagian dalam aksi tersebut. Di antaranya FPI, BPPKB, serta sejumlah majelis taklim. Mereka menyampaikan keberatan terhadap keberadaan industri minuman beralkohol yang dinilai dapat menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.
Habib Bahar Minta Pabrik Miras Ditutup
Dalam orasinya, Habib Bahar menyampaikan sikap tegas terkait tuntutan massa. Ia meminta pihak perusahaan tidak menunda keputusan apabila memang terdapat komitmen untuk menghentikan produksi minuman beralkohol.
Menurutnya, upaya menghentikan sesuatu yang dianggap sebagai kemaksiatan tidak semestinya dikaitkan dengan persoalan waktu. Ia pun secara langsung meminta agar operasional pabrik dihentikan.
"Tutup sekarang juga!" Ujar bin Smith dikutip dari video Instagram @kabupatenbogor.id, Rabu 19 Agustus 2026.
"Nggak ada, apa kau pakai-pakai waktu, berantas kezaliman nggak pakai-pakai waktu. Untuk berhentiin kezaliman, berhentiin maksiat, untuk berhentiin produksi (miras) nggak pakai waktu," ujar Habib Bahar.
Kehadiran Habib Bahar membuat jalannya aksi mendapat perhatian lebih besar. Dalam penyampaiannya di hadapan massa dan perwakilan perusahaan, ia menekankan bahwa penghentian produksi tidak cukup dilakukan hanya untuk sementara.
Desakan yang disampaikan adalah agar aktivitas produksi minuman beralkohol benar-benar dihentikan melalui penutupan operasional pabrik.
Dikaitkan dengan Polemik The Sounds Project
Aksi penolakan terhadap produksi minuman beralkohol di Citeureup tersebut turut dikaitkan dengan polemik yang sebelumnya muncul dalam acara musik The Sounds Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Persoalan itu bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan tantangan menghafal ayat Al-Qur'an dengan minuman beralkohol sebagai hadiah. Konten tersebut kemudian menuai kecaman luas karena dinilai tidak semestinya mengaitkan ayat suci dengan pemberian minuman keras.






Komentar (0)