Habib Bahar bin Smith Desak Penutupan Pabrik Miras di Bogor: Berantas Kedzaliman Gak Pakai Waktu!

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Habib Bahar bin Smith turut hadir dalam aksi unjuk rasa yang digelar ratusan massa dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di depan pabrik PT Inti Tirta Sari Makmur, Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa 18 Agustus 2026.

Aksi tersebut menjadi bentuk penolakan terhadap aktivitas produksi minuman beralkohol yang berlangsung di pabrik yang berada di Jalan Lanbau. Massa mendesak agar kegiatan produksi minuman keras dihentikan dan operasional perusahaan ditutup.

Baca Juga :
Nadhea Devi Klarifikasi soal Kasus Penistaan Agama Miras Newport, Tegaskan Bukan Si Cewek Baju Putih!
Nadhea Devi Viral! Disebut sebagai Cewek Baju Putih yang Kasih Challenge Hafalan Al-Qur'an Tukar Miras

Sejumlah kelompok masyarakat turut ambil bagian dalam aksi tersebut. Di antaranya FPI, BPPKB, serta sejumlah majelis taklim. Mereka menyampaikan keberatan terhadap keberadaan industri minuman beralkohol yang dinilai dapat menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.

Habib Bahar Minta Pabrik Miras Ditutup

Dalam orasinya, Habib Bahar menyampaikan sikap tegas terkait tuntutan massa. Ia meminta pihak perusahaan tidak menunda keputusan apabila memang terdapat komitmen untuk menghentikan produksi minuman beralkohol.

Menurutnya, upaya menghentikan sesuatu yang dianggap sebagai kemaksiatan tidak semestinya dikaitkan dengan persoalan waktu. Ia pun secara langsung meminta agar operasional pabrik dihentikan.

"Tutup sekarang juga!" Ujar bin Smith dikutip dari video Instagram @kabupatenbogor.id, Rabu 19 Agustus 2026.

"Nggak ada, apa kau pakai-pakai waktu, berantas kezaliman nggak pakai-pakai waktu. Untuk berhentiin kezaliman, berhentiin maksiat, untuk berhentiin produksi (miras) nggak pakai waktu," ujar Habib Bahar.

Kehadiran Habib Bahar membuat jalannya aksi mendapat perhatian lebih besar. Dalam penyampaiannya di hadapan massa dan perwakilan perusahaan, ia menekankan bahwa penghentian produksi tidak cukup dilakukan hanya untuk sementara.

Desakan yang disampaikan adalah agar aktivitas produksi minuman beralkohol benar-benar dihentikan melalui penutupan operasional pabrik.

Dikaitkan dengan Polemik The Sounds Project

Aksi penolakan terhadap produksi minuman beralkohol di Citeureup tersebut turut dikaitkan dengan polemik yang sebelumnya muncul dalam acara musik The Sounds Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Persoalan itu bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan tantangan menghafal ayat Al-Qur'an dengan minuman beralkohol sebagai hadiah. Konten tersebut kemudian menuai kecaman luas karena dinilai tidak semestinya mengaitkan ayat suci dengan pemberian minuman keras.

Baca Juga :
Yusril Warning Polisi soal Challenge Surat Dapat Miras: Jangan Didiamkan, Nanti Timbul Kemarahan Umat!
Habib Bahar bin Smith Kecam Challenge Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras, Sempat Turun Langsung Geruduk Lokasi TSP
Viral! Berpose 'Gaya Takbir' Sambil Berpakaian Seksi, Unggahan Penyanyi Ini Banjir Kecaman Netizen

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
JPU Andri Saputra Buka Suara soal Eksepsi Bangun Paulus, Persidangan Pokok Perkara Segera Digelar
• 7 jam lalu
0
thumb
Mantan Suami Clara Shinta Datangi Polda Metro Jaya, Jalani Pemeriksaan atas Laporan sang Selebgram
• 15 jam lalu
0
thumb
Tabung CNG 3 Kg Masih Diuji, Jakarta Disiapkan Jadi Lokasi Perdana Pilot Project
• 12 jam lalu
0
thumb
Bahlil Beri Kesegaran Buat AKD Fraksi Golkar, Ade Ginandjar: Langkah Strategis
• 13 jam lalu
0
thumb
Seskab: Prabowo Undang Petugas Upacara HUT 81 RI ke Hambalang, Beri Apresiasi
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.