Pemberdayaan Pemuda Marjinal Makassar: Kalla Institute Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Pelatihan Usaha Sosial

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Upaya pemberdayaan ekonomi bagi pemuda marjinal di Kota Makassar semakin nyata dengan kolaborasi antara akademisi dan komunitas lokal melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Tim akademisi dari Kalla Institute menjalankan pendampingan pengembangan usaha sosial berbasis komunitas di Rumah Lentera, sebuah rumah singgah yang memberikan pelayanan sosial dan pendampingan bagi anak-anak serta pemuda marjinal. Pendekatan ini tidak hanya sekadar memberikan ruang edukasi, tetapi mentransformasikan rumah singgah menjadi pusat inkubasi usaha sosial (social enterprise) dengan fokus pada peningkatan keterampilan berwirausaha.

Ketua Tim Pengusul dari Kalla Institute, Muhammad Taufan Gunawan, menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi dan komunitas dalam mendorong potensi pemuda marjinal menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan produktif.

“Langkah kolaboratif antara akademisi dan komunitas akar rumput ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi pemberdayaan dalam mendorong potensi pemuda marjinal menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan produktif,” jelasnya.

Program ini membekali para pemuda dengan pelatihan keterampilan praktis berupa pelatihan barista dan pembuatan kue (baking). Keterampilan ini dipilih sebagai potensi dan alternatif sumber pemasukan baru yang menjanjikan, mengingat pesatnya pertumbuhan industri kuliner dan kedai kopi saat ini.

Selain aspek teknis, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai higiene sanitasi pengolahan makanan dan minuman serta manajemen usaha sederhana guna mendukung keberlanjutan bisnis yang dijalankan.

“Program ini hadir untuk mentransformasi rumah singgah dari sekadar ruang edukasi menjadi pusat inkubasi usaha sosial berbasis komunitas melalui peningkatan skill wirausaha,” beber Muhammad Taufan Gunawan.

Pengelola Rumah Lentera menyambut positif kemitraan dengan akademisi tersebut. Mereka menilai keterampilan racik kopi dan pembuatan kue sangat relevan dengan minat anak muda serta memiliki pasar yang luas, sehingga menjadi bekal nyata untuk kemandirian finansial.

“Kolaborasi bersama akademisi ini menjadi pijakan penting bagi kami di Rumah Lentera. Melalui pelatihan barista dan pembuatan kue ini, anak-anak muda tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga memiliki rasa percaya diri dan peluang usaha yang konkrit untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” kata pengelola Rumah Lentera.

Lebih lanjut, keberhasilan memperoleh hibah pendanaan dari BIMA Kemendiktisaintek 2026 ini menjadi bukti kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memberdayakan perekonomian masyarakat marjinal. Program ini diharapkan mampu mencetak wirausahawan muda baru sekaligus membantu keberlanjutan operasional Rumah Lentera melalui hasil unit usaha yang dijalankan. (wis/*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemprov Papua Selatan Serahkan Remisi kepada 418 Warga Binaan Lapas Merauke pada HUT ke-81 RI
• 21 jam lalu
0
thumb
Panas! Massa BEM UI Bertahan di Dukuh Atas, Arus Lalu Lintas Sudirman ke Bundaran HI Dialihkan
• 20 jam lalu
0
thumb
Cara Membangun Kebiasaan Baru untuk Tingkatkan Kualitas Diri
• 6 jam lalu
0
thumb
Mantan Juara Kritik Gaya Bertarung Ian Machado Garry saat Hadapi Islam Makhachev di UFC 330: Kehilangan Insting
• 3 jam lalu
0
thumb
Lepas Masa Lajang, Dikta dan Rachel Florencia Dikonfirmasi Telah Resmi Menikah
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.