Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada IRSX, AADI, hingga INKP

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,75% ke level 6.449,83 pada perdagangan Selasa (18/8). 

Penguatan IHSG ditopang oleh sejumlah saham, dengan Bayan Resources (BYAN) melonjak 19,97%, diikuti BRMS yang naik 4,03% dan EMAS sebesar 3,31%. Di sisi lain, beberapa saham menjadi penekan indeks, seperti BBRI yang turun 1,28%, BBCA melemah 0,79%, dan MPRO terkoreksi 6,54%. 

Investor asing mencatatkan net sell Rp689,26 miliar di pasar reguler dan Rp355,17 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, 10 dari 11 sektor berakhir di zona hijau. Sektor energi mencatat kenaikan 2,24%, sedangkan sektor finansial menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan koreksi 0,29%.


Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak melemah. Dow Jones turun 0,22% ke 53.343, S&P 500 terkoreksi 0,69% ke 7.691, dan Nasdaq melemah 1,33% ke 26.289. ETF EIDO juga masing-masing turun 0,32% dan 0,59%.

FTSE Russell kembali menunda perubahan penuh pada indeks saham Indonesia hingga setidaknya tinjauan Desember 2026. Keputusan tersebut mempertimbangkan proses reformasi pasar serta upaya peningkatan transparansi data kepemilikan saham di Indonesia.

Pada tinjauan September 2026, FTSE Russell hanya akan menerapkan sejumlah penyesuaian terbatas. Perubahan tersebut mencakup klasifikasi industri, pembaruan jumlah saham dan free float dalam batas tertentu, penghapusan saham yang tidak lagi memenuhi kriteria indeks, serta penyesuaian capping dan Weight Adjustment Factor (WAF).

Adapun perubahan segmen kapitalisasi, peningkatan free float, perubahan WAF dari nol menjadi positif, serta penambahan saham baru termasuk IPO masih ditangguhkan.

FTSE Russell juga akan menghapus saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC), yang berlaku efektif mulai 21 September 2026. Penundaan rebalancing penuh ini dinilai memberikan ruang bagi proses reformasi pasar Indonesia untuk berjalan lebih lanjut.

Dari sisi aksi korporasi, ada Era Media Sejahtera (DOOH) yang resmi memiliki pengendali baru setelah Sinergi Internasional Investama (SII) menyelesaikan pengambilalihan 3,95 miliar saham atau setara 51% kepemilikan DOOH dari PT Prambanan Investasi Sukses pada 30 Juli 2026.

Baca: Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok Hampir 6%

Transaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp50 per saham, sehingga nilai pengambilalihan mencapai Rp197,34 miliar.

SII dikendalikan oleh Tinawati yang tercatat sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) dengan kepemilikan 99,90%. Tinawati juga tercatat sebagai UBO PT Solusi Sinergi Digital.

Dengan adanya perubahan pengendalian tersebut, SII wajib melaksanakan Penawaran Tender Wajib atas saham DOOH sesuai POJK No. 9/2018. Harga dan jadwal pelaksanaan tender wajib akan diumumkan lebih lanjut.

SII juga menyatakan komitmennya untuk melanjutkan serta mengembangkan kegiatan usaha yang selama ini dijalankan oleh DOOH.

Selanjutnya ada Bayan Resources (BYAN) yang menjadi perhatian pasar setelah muncul spekulasi mengenai rencana akuisisi oleh Grup Jhonlin milik Haji Isam.

Spekulasi tersebut menguat setelah Haji Isam melakukan peninjauan lapangan bersama di area tambang BYAN di Kutai Kartanegara pada 15 Agustus. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pengendali BYAN, Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef.

Sejumlah laporan menyebut adanya potensi pengambilalihan hingga 62% saham BYAN. Namun, hingga saat ini belum terdapat keterbukaan informasi resmi dari BYAN maupun Grup Jhonlin mengenai nilai transaksi, struktur pengambilalihan, maupun kepastian pelaksanaan aksi tersebut.

Dengan demikian, rencana tersebut masih berada pada tahap spekulasi pasar.

Investor juga mencermati agenda RUPSLB PT Jhonlin Agro Raya (JARR) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 September 2026. Hingga kini, agenda rapat tersebut belum diungkapkan.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
  • IRSX - Buy 374-378 | TP 386-392 | SL 352

IRSX Transaksi di Sini!
Powered by



  • AADI - Buy 9625-9700 | TP 9800-10000 | SL 925

AADI Transaksi di Sini!
Powered by



  • INKP - Buy8650-8700 | TP 8825-9000 | SL 8100

INKP Transaksi di Sini!
Powered by



  • TOWR - Buy 414-420 | TP 426-432 | SL 396

TOWR Transaksi di Sini!
Powered by



  • KETR - Buy 590-605 | TP 615-625 | SL 565

KETR Transaksi di Sini!
Powered by



Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 
(ayh/ayh)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Trump Beraksi Lagi, Kini Hukum Presiden Mahkamah Pidana Internasional
• 1 jam lalu
0
thumb
Bayan Resources (BYAN) Tak Tahu Kabar Haji Isam Mau Akuisisi
• 20 jam lalu
0
thumb
Harga Minyak Mentah Naik Imbas Kebuntuan Solusi Perang AS-Iran
• 8 jam lalu
0
thumb
Viral Mahasiswa Baru UNP Disuruh Senior Jalan Jongkok Masuk Kampus: Biar Fresh
• 5 jam lalu
0
thumb
Ruben Onsu dan Sarwendah Hadiri Mediasi Gugatan Hak Asuh Anak, sang Presenter Benarkan Ada Perdebatan di Ruang Sidang
• 55 menit lalu
0
Berhasil disimpan.