PT Bayan Resources Tbk (BYAN) buka suara soal rumor bahwa pengusaha asal Kalimantan Selatan, Haji Isam hendak mengambil alih perseroan.
IDXChannel - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) buka suara soal rumor bahwa pengusaha asal Batulicin, Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam hendak mengambil alih perseroan.
Corporate Secretary PT Bayan Resources Tbk, Jenny Quantero mengatakan, perseroan tidak mengetahui adanya rencana akuisisi perseroan oleh Jhonlin Group, termasuk rencana Haji Isam membeli 62,2 persen saham BYAN.
Kendati demikian, kata Jenny, pemegang saham pengendali, Dato Low Tuck Kwong terbuka dengan semua investor yang tertarik untuk mengambil alih perusahaan batu bara tersebut.
"Pemegang saham pengendali perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di perseroan," katanya dalam surat jawaban kepada BEI, Selasa (18/8/2026).
Dengan demikian, perseroan hingga saat ini tidak bisa mengonfirmasi adanya rencana transaksi tersebut, termasuk yang melibatkan pengendali dan Haji Isam.
Sebagai informasi, Datu Low Tuck Kwong sebagai pengendali BYAN memiliki 13,42 miliar saham atau setara 40,25 persen dari todal modal disetor dan ditempatkan perseroan. Sementara putrinya, Elaine Low menggenggam 7,33 miliar saham atau 22 persen. Dengan demikian, total porsi saham keduanya mencapai 62,25 persen.
Rumor Haji Isam yang hendak mengakuisisi PT Bayan Resources Tbk mengemuka setelah adanya foto pertemuan antara Haji Isam dan Low Tuck Kwong. Namun, pertemuan keduanya belakangan diduga membicarakan soal proyek kereta api di Kalimantan.
BYAN saat ini memiliki sejumlah tambang batu bara di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Yang terbesar ada di Tabang, Kabupaten Kutai Kertanegara, yang menyumbang 80 persen produksi batu bara perseroan.
Saham BYAN menguat tajam dalam dua hari terakhir perdagangan bursa di tengah rumor tersebut. Dalam periode tersebut, sahamnya naik 44 persen ke Rp17.275.
Kenaikan tajam tersebut membuat valuasi saham BYAN semakin premium. Saat ini, nilai pasarnya mencapai Rp575,8 triliun dengan price-to-earning ratio (PER) 41 kali. Dengan kata lain, Haji Isam perlu membayar sekitar Rp350 triliun untuk menebus kepemilikan 62 persen saham BYAN dengan asumsi harga saat ini.
(Rahmat Fiansyah)






Komentar (0)