Menhut Sebut El Nino Tahun Ini Sangat Kuat, Lebih Tinggi Dibanding 2015

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah terus memantau perkembangan kondisi iklim bersam BMKG termasuk untuk mengantisipasi dampaknya terhadap karhutla.

Menhut Sebut El Nino Tahun Ini Sangat Kuat, Lebih Tinggi Dibanding 2015

IDXChannel - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut kondisi El Niño 2026 sangat kuat dan memiliki kemiripan dengan fenomena El Niño pada 2015 yang menjadi salah satu periode dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tinggi.

Raja Juli menyatakan, pemerintah terus memantau perkembangan kondisi iklim bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk untuk mengantisipasi dampaknya terhadap potensi karhutla.

Baca Juga:
El Nino dan Ekspor Beras ke Malaysia Bakal Ganggu Kebutuhan Nasional? Ini Kata Bulog

“El Nino ini lebih tinggi dari 2015. Ini data dari BMKG yang kami selalu koordinasi. Sampai pagi ini saya terus berkoordinasi dengan BMKG,” kata Raja Juli, Rabu (19/6/2026).

Berdasarkan data BMKG, El Nino saat ini berada pada intensitas sangat kuat dengan indeks Nino 3.4 mencapai +2,19. Kondisi tersebut menunjukkan suhu muka laut di Samudera Pasifik lebih hangat dibandingkan kondisi normal dan berpotensi menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia.

Baca Juga:
Air di IKN Mulai Menyusut, OIKN Siapkan Modifikasi Cuaca Hadapi El Nino 

Ancaman tersebut berpotensi semakin meningkat karena kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi memasuki fase positif pada September-November 2026. Kondisi ini berpotensi semakin mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Situasi tersebut kurang lebih menyerupai kondisi El Nino kuat pada 2015.

Fenomena El Nino yang datang lebih awal membuat kondisi cuaca menjadi lebih panas dan kering serta berlangsung lebih lama. Situasi ini meningkatkan potensi terjadinya karhutla dan memperbesar risiko munculnya asap.

Baca Juga:
Harga CPO Stabil, Kekhawatiran El Niño Imbangi Kenaikan Stok

Citra sebaran asap pada 16 Agustus 2026 pukul 13.00 menunjukkan asap terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan.

Baca Juga:
Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Hadapi El Nino

Oleh karena itu, dia mengingatkan masyarakat maupun korporasi agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca yang panas dan kering. Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api sekecil apa pun, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Jangan membakar lahan. Masyarakat dan korporasi harus sama-sama waspada. Bahkan puntung rokok pun jangan sampai dibuang sembarangan, karena dalam kondisi kering seperti ini bisa menjadi sumber api,” katanya.

Dia menegaskan Kemenhut terus berkoordinasi dengan BMKG dan melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, kewaspadaan semua pihak menjadi penting untuk mencegah karhutla, terutama ketika kondisi iklim tahun ini berpotensi lebih kering dan panas dibandingkan periode normal.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Taspen Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa NTT
• 16 jam lalu
0
thumb
Forkopimko Jakut gelar Deklarasi Antitawuran
• 19 jam lalu
0
thumb
Tiba di Ende, Mendagri Tito Cek Dampak Gempa dan Kebutuhan Pemulihan
• 20 jam lalu
0
thumb
Harga Cabai Rawit hingga Telur Ayam Kompak Naik Hari Ini
• 2 jam lalu
0
thumb
Komisi V DPR Rapat dengan Menhub-Kabasarnas, Soroti Sejumlah Kecelakaan Kapal
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.