Prancis akan mengusir dua diplomat Iran dalam beberapa hari mendatang sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai serangan yang disengaja terhadap dua diplomat Prancis di Iran bulan lalu. Iran membalas Prancis dengan mengusir dua diplomat Paris.
"Dua diplomat Iran di Prancis akan diusir dalam beberapa hari mendatang," tulis Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancia Jean-Noel Barrot di X, dilansir Anadolu Agency, Rabu (19/8/2026).
Barrot mengatakan dua diplomat Prancis telah "diserang secara memalukan dan sengaja" pada 19 Juli, seraya menegaskan kembali bahwa ia telah mengumumkan bahwa "tindakan yang tidak dapat ditoleransi" ini akan berujung pada konsekuensi.
Pada 19 Juli, menurut pihak Paris, Iran "menangkap secara brutal" dua diplomat Prancis terkait aktivitas yang diduga dilakukan "dengan kedok misi diplomatik dan kedutaan besar." Iran berpendapat bahwa aktivitas tersebut tidak dapat dibenarkan berdasarkan Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik.
Uni Eropa, serta Prancis, mengecam dugaan serangan Teheran terhadap para diplomat Prancis tersebut. Kemudian, Iran menahan para diplomat itu atas tuduhan adanya rencana "pengaruh dan campur tangan asing" yang menargetkan "kemerdekaan" negara tersebut.
Merespons Paris, Iran menyatakan dua diplomat Prancis sebagai persona non grata dan melarang mereka memasuki negara itu karena dugaan "aktivitas ilegal," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri.
(rfs/rfs)






Komentar (0)