jpnn.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menilai kericuhan saat peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/8226) dilakukan oleh segelintir pihak dan tidak mencerminkan sikap masyarakat Aceh secara keseluruhan.
"Menurut saya itu hanya oknum-oknum saja. Rakyat Aceh itu NKRI," kata Dudung di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/82026).
BACA JUGA: Dana Otsus Aceh Berakhir 2027, Prabowo Sudah Keluarkan Perintah
Jenderal Purnawirawan TNI itu menyebut ada pihak tertentu yang memanfaatkan momentum peringatan Hari Damai Aceh sehingga memicu situasi yang tidak kondusif.
"Dan itu memanfaatkan situasi. Memang tanggal 15 Agustus itu, kan, hari perdamaian ya, cuma ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan. Itu hanya segelintir saja," ucapnya.
BACA JUGA: Kericuhan Seusai Pengibaran Bendera Bulan Bintang saat Hari Damai Aceh Diusut Polisi
Dudung memastikan kondisi keamanan di Aceh saat ini telah kembali kondusif setelah kericuhan yang terjadi di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
"Kondusif sudah," katanya.
BACA JUGA: Pernyataan Menko Polkam soal Penurunan Bendera Merah Putih di Aceh, Singgung Pidana
Dia mengatakan situasi tersebut tidak berlangsung lama dan Bendera Merah Putih kembali berkibar setelah kericuhan.
"Kan, tidak lama.. Terus kemudian Merah Putih berkibar lagi," kata dia.
Sebelumnya, kericuhan terjadi dalam rangkaian zikir dan doa bersama memperingati 21 tahun Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah massa mengibarkan Bendera Bulan Bintang yang identik dengan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Kericuhan kemudian terjadi ketika aparat keamanan melakukan penertiban terhadap aksi tersebut.
Polda Aceh menyatakan telah memulai penyelidikan terhadap kericuhan tersebut, tetapi belum menjelaskan secara rinci peristiwa maupun dugaan tindak pidana yang menjadi objek penyelidikan.
Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) juga telah sepakat berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk meminta kepastian hukum mengenai Bendera Bulan Bintang.
Polda Aceh Lakukan PenyelidikanKepolisian Daerah (Polda) Aceh mulai mengusut insiden kericuhan yang terjadi saat peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Pengusutan kasus itu disampaikan langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan di Banda Aceh, Senin (17/8/2026).
"Polda Aceh sedang melakukan penyelidikan terkait kejadian kemarin di Masjid Raya Baiturrahman," kata Irjen Ruddi Setiawan.
Irjen Ruddi menyampaikan hal itu kepada wartawan seusai mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.
Walakin, dia belum menjelaskan secara rinci peristiwa maupun dugaan tindak pidana yang menjadi objek penyelidikan kepolisian.(Ant/JPNN)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Eks Wamenaker Noel Dapat Remisi HUT RI, Hukumannya Dikorting Sebegini
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam





Komentar (0)