REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rebranding layanan kependudukan dan pencatatan sipil di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diarahkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Langkah itu sekaligus memperkuat akurasi data penerima bantuan sosial (bansos).
Kegiatan Rebranding Layanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil digelar di Aula SMP Muhammadiyah Larangan, belum lama ini. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan jemput bola dan pemanfaatan data kependudukan secara digital.
Baca Juga
Qodari Jajal Digitalisasi Perlinsos, Verifikasi Bansos Kini Makin Akurat dan Berbasis Data
DPR Ingatkan Digitalisasi Data Bansos Jadi Kebutuhan Mendesak
Terungkap 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Lakukan Transaksi Judol
Anggota Komisi II DPR RI, Wahyudin Noor Aly, mengapresiasi layanan jemput bola. Menurut dia, persoalan data masih menjadi tantangan dalam berbagai layanan pemerintah, termasuk pemilu dan penyaluran bansos.
"Setiap pemilu kita selalu berdebat soal jumlah pemilih. Begitu juga bantuan sosial, banyak yang seharusnya menerima justru tidak terdaftar, sementara yang tidak berhak masuk daftar,” kata Wahyudin di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Wahyudin mengatakan, pelayanan administrasi kependudukan kini semakin mudah, cepat, dan gratis. Dia menilai, transformasi digital perlu terus diperkuat untuk membangun data kependudukan yang lebih tertib dan terintegrasi.
"Dulu mengurus KTP berbelit-belit, sekarang gratis dan bahkan tadi berapa menit sudah jadi. Program digitalisasi ini penting banget karena mempermudah masyarakat," ujar anggota Fraksi PAN DPR itu. Komisi II DPR RI, menurut Wahyudin, juga mendorong terwujudnya single identity number atau satu nomor identitas penduduk.
Komentar (0)