Memasuki hari ketiga pascagempa bumi yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus lalu, kondisi di posko pengungsian utama Lapangan Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, dilaporkan berangsur membaik.
Jurnalis Metro TV, Nadia Soraya melaporkan, jumlah warga yang mengungsi di titik ini terus bertambah dan kini mencapai lebih dari 1.600 jiwa. Mayoritas pengungsi berasal dari wilayah pesisir, seperti Desa Wuring, yang terpaksa meninggalkan rumah lantaran masih trauma dengan rentetan gempa susulan yang terus terjadi.
Baca Juga :
Menembus Daerah Terisolasi Gempa NTT: Warga Palue Terpaksa Jalan Kaki 1,5 Jam Jemput Bantuan
Fasilitas dan pasokan logistik di Gelora Samador kini sudah jauh lebih memadai dibandingkan dua hari pertama pascabencana. Keluhan warga mengenai dinginnya udara malam tanpa alas tidur kini telah teratasi. Pemerintah setempat telah mendistribusikan kasur, alas tidur, hingga selimut untuk seluruh pengungsi.
Distribusi Logistik Teratur
Proses penyaluran bantuan, khususnya permakanan, juga terpantau berjalan tertib. Pembagian jatah makan malam dilakukan secara terpusat dan terorganisir dengan memanggil perwakilan dari masing-masing tenda secara bergantian.
Mama Ati dan Winda, dua warga pesisir Wuring yang berada di pengungsian, memastikan bahwa kebutuhan dasar mereka telah terpenuhi.
Optimalisasi pelayanan di Gelora Samador ini tidak terlepas dari pengawasan ketat pemerintah pusat. Distribusi bantuan dipastikan berjalan tepat sasaran dan warga mendapatkan tempat bernaung yang layak.
Guna mengantisipasi masalah kesehatan akibat kondisi cuaca dan padatnya area pengungsian, posko kesehatan juga telah didirikan. Tenaga medis dan dokter disiagakan selama 24 jam penuh untuk memberikan pelayanan darurat bagi para pengungsi yang membutuhkan penanganan.





Komentar (0)