Ledakan granat terjadi di pusat pendidikan di Kabul melukai setidaknya 42 anak menurut misi PBB di Afghanistan. Rincian penyebab ledakan tersebut berasal dari granat.
Dilansir AFP, Rabu (19/8/2026), Richard Bennett, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Afghanistan, sebelumnya mengecam serangan keji di dekat sekolah di kawasan Dasht-e-Barchi, Kabul bagian barat--wilayah yang menjadi tempat tinggal komunitas Syiah Hazara yang secara historis kerap menjadi sasaran persekusi.
Para korban ledakan itu berusia antara sembilan hingga 14 tahun, menurut misi PBB, UNAMA. "UNAMA belum memastikan kronologi ledakan tersebut," ujar seorang juru bicara, seraya menyebutkan adanya "laporan yang simpang siur, apakah ini serangan atau akibat sisa bahan peledak yang belum meledak."
Konflik selama beberapa dekade telah menyebabkan Afghanistan dipenuhi sisa-sisa bahan peledak perang; negara ini mencatat tingkat korban tertinggi ketiga di dunia menurut PBB.
Direktorat Koordinasi Aksi Ranjau Afghanistan, yang telah memeriksa lokasi kejadian, menyatakan bahwa sebuah granat meledak di sekolah tersebut, sesuai dengan rincian yang sebelumnya disampaikan oleh kepolisian Kabul.
"Doa kami menyertai anak-anak yang terluka beserta keluarga mereka," kata UNAMA.
"Kami mendesak dilakukannya penyelidikan untuk mengungkap kronologi insiden ini. Sekolah dan pusat pendidikan harus senantiasa aman."
(rfs/rfs)






Komentar (0)