REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Komitmen Universitas Widya Gama Malang (UWG) dalam mendukung pelestarian budaya lokal kembali diwujudkan melalui Program Desa Binaan Tahun 2026. Tim Pengabdian kepada Masyarakat UWG menyerahkan hibah seperangkat gamelan kepada Desa Tumpang, Kabupaten Malang, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan seni dan budaya masyarakat, khususnya seni Bantengan.
Kegiatan tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026. Penyerahan gamelan menjadi salah satu bentuk dukungan UWG dalam memperkuat ekosistem kesenian di Desa Tumpang. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana pendukung pertunjukan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan aktivitas seni masyarakat, pembinaan generasi muda, pelestarian tradisi, serta pengembangan berbagai kegiatan kebudayaan di tingkat desa. Desa Tumpang merupakan salah satu desa yang tengah menjalankan program Pemajuan Kebudayaan Desa (Desa Budaya) dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Pada tahun 2026, program tersebut telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya dengan fokus pada penguatan potensi budaya sekaligus peningkatan kapasitas masyarakat. .rec-desc {padding: 7px !important;} Dengan adanya hibah gamelan, masyarakat Desa Tumpang diharapkan semakin memiliki ruang untuk mengembangkan seni Bantengan dan kesenian tradisional lainnya. Keberadaan perangkat gamelan juga diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda sehingga seni tradisional tetap hidup, berkembang, dan diwariskan lintas generasi. Penyerahan gamelan tidak sekadar dimaknai sebagai pemberian bantuan sarana kesenian, tetapi sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pelestarian budaya lokal. UWG memandang bahwa keberlanjutan seni dan budaya membutuhkan dukungan sarana sekaligus penguatan kapasitas masyarakat yang mengelolanya. Dalam kesempatan tersebut, Widiarto, selaku Kepala Desa Tumpang, turut memberikan motivasi kepada warga untuk memanfaatkan hibah gamelan dan program pendampingan secara optimal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, komunitas seni, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan berbagai pihak lainnya. “Kolaborasi menjadi kunci agar potensi budaya yang kita miliki tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan kebanggaan masyarakat Desa Tumpang.” Sementara Prof. Dr. Ana Sopanah selaku Ketua tim Hibah Bina Desa menyampaikan bahwa, Program Desa Binaan UWG di Desa Tumpang dirancang dengan pendekatan yang mengintegrasikan pelestarian budaya, penguatan organisasi, digitalisasi, dan pengembangan ekonomi kreatif. “Hibah gamelan menjadi bentuk dukungan sarana, sementara pelatihan keuangan dan manajemen menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia dan tata kelola organisasi” ujar Ana. Melalui program tersebut, UWG bersama masyarakat Desa Tumpang berkomitmen membangun ekosistem budaya yang tidak hanya mampu menjaga keberadaan Kesenian Bantengan, tetapi juga mengembangkan potensi budaya menjadi kekuatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Komentar (0)