Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi belum dapat memastikan kapan tepatnya Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menengok korban gempa.
Menurut Prasetyo, rencana kunjungan Prabowo masih dalam tahap perencanaan dan memerlukan persiapan khusus karena kondisi lapangan berbeda dengan kunjungan biasa.
“Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan, kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu,” kata Prasetyo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Sejauh ini menurut Prasetyo pemerintah pusat memantau penanganan bencana setiap hari. Kementerian dan lembaga, termasuk Badan SAR Nasional dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, menyampaikan laporan perkembangan secara berkala.
Terkait kemungkinan kunjungan Presiden ke NTT pada pekan ini, Prasetyo mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan kondisi di lapangan.
“Nanti kita lihat, kita lihat kondisinya di lapangan,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan pemerintah berupaya memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat NTT terdampak gempa dengan mengerahkan jajaran terkait untuk menangani kondisi di lapangan.
“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal,” kata Prabowo melalui akun Instagram pribadinya @prabowo yang dipantau di Jakarta, Minggu, 16 Agustus 2026.
70 Orang Tewas dan 1.182 TerlukaGempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Bramantyo dalam laporannya mencatat korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini berjumlah 70 korban meninggal dunia dan 132 korban luka-luka, Selasa, 18 Agustus 2026.
"Total korban adalah 202 orang, kemudian meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang. Kemudian, luka berat 40, luka ringan 92," ujar Bramantyo. Data ini didasarkan dari laporan tim SAR per Senin, 17 Agustus 2026 pukul 23.30.
Dalam rinciannya tercatat 132 orang yang terluka terdiri atas 40 orang alami luka berat dan 92 orang alami luka ringan.
Dalam kesempatan yang sama Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan data korban luka dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dia mengatakan data ini didasarkan pada jumlah warga yang dirawat di fasilitas kesehatan.
"Jumlah korban luka-luka berdasarkan data Kementerian Kesehatan adalah 1.182 orang. Namun, perbedaan data tak perlu dipermasalahkan karena memang dasar perhitungannya yang berbeda," kata Berton.
Baca Juga:Fakta Demo BEM UI Hari Ini: Ada 6.962 Personel Diturunkan Sampai Sempat Adu Mulut






Komentar (0)