Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah merespons ajakan dialog yang disampaikannya. Trump juga menyebut hubungan antara Washington dan Pyongyang saat ini berada dalam kondisi yang sangat positif.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berada di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (17/8/2026). Trump awalnya ditanya wartawan mengenai alasan Kim belum memberikan respons terhadap ajakan dialog tersebut.
"Bagaimana Anda tahu dia tidak merespons?" kata Trump, dikutip Chosun.
Ketika kembali ditanya apakah Kim Jong Un benar-benar telah memberikan respons, Trump sempat terdiam sebelum memberikan jawaban singkat. "Ya," jawabnya.
Trump tidak menjelaskan bentuk maupun waktu respons yang disebut telah diberikan Kim Jong Un. Dia hanya menegaskan bahwa pemimpin Korea Utara tersebut selalu memperlakukannya dengan penuh rasa hormat.
"Kim Jong Un selalu memperlakukan saya dengan sangat hormat," ujar Trump.
"Kim Jong Un selalu sangat menghormati saya dan kami sudah beberapa kali bertemu. Biden, Obama, dan yang lainnya tidak menyukainya, tetapi saya berhubungan sangat baik dengannya," tambahnya.
Pernyataan Trump muncul sehari setelah dirinya memerintahkan pengurangan besar-besaran latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan. Trump juga menyampaikan ketidakpuasan terhadap Seoul yang dinilai tidak memberikan dukungan kepada Washington.
Trump menilai Korea Selatan tidak memberikan dukungan yang diharapkan dalam urusan keamanan maupun terkait konflik dengan Iran. Dia bahkan mengungkap percakapan telepon terbarunya dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
Dalam percakapan tersebut, Trump mengaku meminta bantuan Seoul terkait Iran. Namun, dia mengatakan AS sebenarnya tidak membutuhkan bantuan tersebut.
"Saya berkata kepada presiden Korea Selatan, 'Bisakah Anda membantu sedikit? Kami tidak membutuhkan bantuan terkait Iran, tetapi jika Anda ingin membantu, silakan,'" ujar Trump.
Menurut Trump, Lee Jae Myung menolak permintaan tersebut. Presiden Korea Selatan itu disebut memilih untuk tidak terlibat dalam persoalan tersebut.
"Dia menjawab, 'Kami lebih memilih tidak ikut campur'," kata Trump.
Trump kemudian mengkritik keputusan Seoul tersebut dengan menyinggung keberadaan pasukan AS di Korea Selatan. Menurut Trump, sekitar 39.000 personel militer AS ditempatkan di negara tersebut untuk menghadapi ancaman Korea Utara.
Baca Juga: Trump Akui Ada Jalur Komunikasi Rahasia AS dengan IRGC, Tapi Tetap Desak Iran Menyerah
"Kami memiliki 39.000 tentara AS yang ditempatkan di sana, melindungi Anda dari tetangga Anda, Kim Jong Un. Namun Anda menolak membantu kami dalam operasi militer yang sangat mudah di Iran. Itu sangat aneh," ujar Trump.
Ketika seorang wartawan kembali mengajukan pertanyaan mengenai Korea Selatan, Trump menunjukkan kekesalannya. "Anda orang yang berisik dan mengganggu," kata Trump.






Komentar (0)