JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fathimah Azzahra, menilai delapan tuntutan yang disuarakan dalam aksi unjuk rasa memiliki satu benang merah utama, yakni kondisi negara yang dinilai semakin kuat, sementara posisi rakyat justru semakin melemah.
Menurut Fathimah, penguatan peran negara saat ini tidak diimbangi dengan perlindungan dan pengayoman yang semestinya dirasakan masyarakat.
"Dari 1 sampai 8 sebetulnya benang merahnya itu, dan itu yang ingin kita raise ke pemerintah bahwa mereka harus bisa mematuhi mekanisme yang ada," ujar Fathimah di lokasi aksi, Selasa (18/8/2026).
Baca juga: BEM UI Ungkap Asal 8 Tuntutan dalam Aksi Demo: Bukan Sekadar Kajian Mahasiswa
Fathimah kemudian menyoroti rusaknya sistem pengawasan (checks and balances) antara lembaga eksekutif dan legislatif.
Menurut dia, dominasi koalisi di parlemen membuat DPR kehilangan peran kritisnya dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
"Sementara menjadi sulit ketika semuanya menjadi koalisi, dan akhirnya DPR menjadi juru bicara partai, juru bicara pemerintah, akhirnya balance itu rusak," tegas Fathimah.
Menurut Fathimah, rusaknya keseimbangan kekuasaan tersebut menjadi salah satu pemicu munculnya gelombang protes dan kemarahan di tengah masyarakat.
Baca juga: Polisi Amankan 21 Orang Demo di Jakarta, Temukan Sajam hingga Bahan Molotov
BEM UI menilai pemerintah tidak seharusnya menyalahkan aksi demonstrasi yang muncul ketika saluran pengawasan resmi dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Pihaknya juga merespons pernyataan sejumlah tokoh pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang sempat mengibaratkan kritik masyarakat seperti suporter yang tidak mendukung timnya sendiri.
"Kalau seandainya keseimbangan tidak dirusak, maka dampaknya juga tidak akan keparah itu. Jadi, kita rasa itu sih yang perlu direfleksikan lagi dari pemerintah dan perlu diubah segera," tutur Fathimah.
Baca juga: Demo Jakarta Usai, Polisi Ungkap Temuan Sajam hingga Bahan Molotov
Ia menambahkan, aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa merupakan bentuk peringatan berulang terhadap persoalan mendasar yang dinilai tak kunjung diselesaikan pemerintah.
Sebelumnya diberitakan, Fathimah menegaskan delapan tuntutan yang dibawa dalam aksi demonstrasi merupakan gabungan hasil kajian internal mahasiswa dan aspirasi masyarakat.
Fathimah menjelaskan, kajian yang disusun BEM UI tidak terlepas dari realitas serta kondisi sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
"Dari BEM UI sendiri membuat kajian, dan kajian kita itu selalu majority based on apa yang dirasakan masyarakat. Jadi memang both keduanya, dari kajian dan dari aspirasi masyarakat, karena kajian kita sendiri berlandaskan dari sana," ujar Fathimah di lokasi aksi, Selasa (18/8/2026).
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT






Komentar (0)