Jakarta (ANTARA) - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang layak diapresiasi.
“Program CKG mendorong pergeseran penekanan layanan kesehatan, dari yang selama ini banyak berfokus pada pengobatan menuju penguatan pencegahan dan deteksi dini,” kata Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Di Sidang Tahunan MPR, Presiden menyampaikan bahwa program CKG yang mulai dilaksanakan pada Februari 2025 tersebut telah menjangkau 108 juta orang, dengan layanan tersedia di 10.255 Puskesmas di 38 provinsi.
“PSI memandang perluasan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah strategis untuk memperkuat budaya pencegahan dan deteksi dini di masyarakat. Pemeriksaan rutin memungkinkan faktor risiko dan penyakit ditemukan lebih awal, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang komplikasi dapat ditekan,” tutur Endang.
Kebijakan ini , kata Endang, juga memiliki manfaat ekonomi. Pada banyak kasus, semakin dini suatu penyakit terdeteksi dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat, sehingga beban biaya bagi masyarakat maupun negara dapat ditekan.
“Karena itu, kami mendukung dan mengapresiasi Program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih preventif, mudah diakses, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, PSI menyarankan, program ini perlu terus diperkuat dengan memastikan kualitas pemeriksaan, ketepatan tindak lanjut, ketersediaan obat dan layanan rujukan, serta integrasi data kesehatan, sehingga menghasilkan manfaat optimal bagi seluruh rakyat.
Baca juga: Puan respons Kaesang maju di dapil yang sama pada Pemilu 2029
Baca juga: Narji Cagur perkuat PSI Banten melalui konsolidasi di Lebak
“Program CKG mendorong pergeseran penekanan layanan kesehatan, dari yang selama ini banyak berfokus pada pengobatan menuju penguatan pencegahan dan deteksi dini,” kata Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Di Sidang Tahunan MPR, Presiden menyampaikan bahwa program CKG yang mulai dilaksanakan pada Februari 2025 tersebut telah menjangkau 108 juta orang, dengan layanan tersedia di 10.255 Puskesmas di 38 provinsi.
“PSI memandang perluasan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah strategis untuk memperkuat budaya pencegahan dan deteksi dini di masyarakat. Pemeriksaan rutin memungkinkan faktor risiko dan penyakit ditemukan lebih awal, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang komplikasi dapat ditekan,” tutur Endang.
Kebijakan ini , kata Endang, juga memiliki manfaat ekonomi. Pada banyak kasus, semakin dini suatu penyakit terdeteksi dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat, sehingga beban biaya bagi masyarakat maupun negara dapat ditekan.
“Karena itu, kami mendukung dan mengapresiasi Program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih preventif, mudah diakses, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, PSI menyarankan, program ini perlu terus diperkuat dengan memastikan kualitas pemeriksaan, ketepatan tindak lanjut, ketersediaan obat dan layanan rujukan, serta integrasi data kesehatan, sehingga menghasilkan manfaat optimal bagi seluruh rakyat.
Baca juga: Puan respons Kaesang maju di dapil yang sama pada Pemilu 2029
Baca juga: Narji Cagur perkuat PSI Banten melalui konsolidasi di Lebak






Komentar (0)