Jakarta: Harga emas dunia masih menghadapi perdagangan yang penuh ketidakpastian pada Selasa, 18 Agustus 2026. Di satu sisi, pelemahan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed yang lebih longgar memberikan ruang bagi emas untuk kembali menguat. Namun, di sisi lain, pergerakan teknikal menunjukkan harga emas berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek.
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor yang membuat prospek emas tetap menarik. Kebuntuan dalam perundingan kedua negara meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan konflik, sementara situasi di sekitar Selat Hormuz juga menjadi perhatian karena jalur tersebut memiliki peran penting bagi perdagangan energi dunia.
Baca juga: Harga Emas Dunia Hari Ini Menguat Stabil, Peluang Menuju USD5.005 TerbukaPresiden AS Donald Trump pada 17 Agustus kembali menyatakan bahwa Iran belum menyepakati perjanjian yang menurutnya diperlukan untuk mengakhiri konflik. Trump juga menegaskan bahwa tujuan utama Washington adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Pernyataan tersebut muncul ketika batas waktu 60 hari yang tercantum dalam nota kesepahaman AS-Iran telah berakhir. Kesepakatan sementara yang sebelumnya diharapkan menjadi jalan menuju perjanjian final belum menghasilkan terobosan berarti. Kondisi ini membuat risiko eskalasi konflik kembali menjadi perhatian pelaku pasar.
Situasi tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap harga emas karena logam mulia secara historis menjadi salah satu aset yang dicari investor ketika ketidakpastian geopolitik meningkat. Ketika risiko perang, gangguan perdagangan atau ketidakstabilan ekonomi meningkat, sebagian investor cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven.
Selat Hormuz juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Jalur perdagangan tersebut merupakan salah satu rute energi paling strategis di dunia. Gangguan terhadap pelayaran melalui Hormuz dapat meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan minyak dan gas global, sekaligus mendorong kenaikan harga energi.
Kenaikan harga energi kemudian berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Dalam kondisi seperti ini, emas bisa kembali mendapat perhatian sebagai aset lindung nilai. Namun, pengaruhnya tidak selalu satu arah karena lonjakan harga minyak juga dapat membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga.
Selain faktor geopolitik, arah dolar AS akan menjadi penentu penting bagi harga emas. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Kondisi tersebut biasanya meningkatkan daya tarik emas di pasar internasional.
Ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve juga menjadi perhatian. Jika data ekonomi AS menunjukkan perlambatan dan pasar semakin yakin bahwa The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga, tekanan terhadap emas dari sisi opportunity cost dapat berkurang. Emas tidak memberikan bunga, sehingga ketika imbal hasil aset berbasis dolar turun, daya tarik logam mulia cenderung meningkat.
Meski fundamentalnya masih cukup mendukung, pergerakan teknikal menunjukkan harga emas belum sepenuhnya aman dari koreksi. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga XAU/USD sebelumnya gagal mempertahankan kenaikan di atas resistance 4.417. Kondisi tersebut membentuk false break, yaitu ketika harga sempat menembus resistance tetapi kemudian kembali bergerak di bawah level tersebut.
Kegagalan mempertahankan level 4.417 menunjukkan bahwa tekanan beli belum cukup kuat untuk membawa emas menuju area harga yang lebih tinggi. Kondisi tersebut juga membuka peluang bagi trader untuk melakukan aksi ambil untung setelah penguatan sebelumnya.
Jika tekanan jual berlanjut, area 4.348 menjadi level penting berikutnya. Harga yang mampu bertahan di sekitar support tersebut dapat membuka peluang terjadinya rebound. Sebaliknya, jika 4.348 ditembus dengan tekanan jual yang kuat, emas berpotensi mengalami koreksi lebih dalam.
Dengan demikian, prospek emas saat ini terlihat mixed atau dua arah. Fundamental geopolitik masih memberikan alasan bagi investor untuk mempertahankan eksposur terhadap emas. Namun, secara teknikal, harga membutuhkan katalis baru untuk kembali menembus resistance dan melanjutkan tren kenaikan.
Perkembangan hubungan AS-Iran akan menjadi salah satu katalis utama dalam beberapa hari ke depan. Jika negosiasi kembali memburuk atau terjadi eskalasi militer baru, permintaan safe haven berpotensi meningkat dan memberikan dorongan bagi harga emas. Sebaliknya, jika kedua negara berhasil mencapai kesepakatan yang meredakan konflik, sebagian premi risiko geopolitik pada emas dapat berkurang.
Pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan Selat Hormuz. Gangguan berkepanjangan terhadap jalur tersebut tidak hanya berpotensi mengerek harga energi, tetapi juga meningkatkan ketidakpastian terhadap pertumbuhan ekonomi global. Kombinasi antara risiko geopolitik, inflasi energi dan kebijakan moneter AS dapat membuat volatilitas emas tetap tinggi.
Dalam jangka pendek, level 4.417 menjadi resistance penting, sementara 4.348 menjadi support yang perlu diperhatikan. Pergerakan di antara kedua level tersebut dapat mencerminkan tarik-menarik antara sentimen safe haven dan aksi ambil untung.
Secara keseluruhan, prospek harga emas dunia masih cenderung positif dari sisi fundamental, tetapi ruang koreksi jangka pendek tetap terbuka. Ketegangan AS-Iran, risiko terhadap Selat Hormuz, pelemahan dolar AS dan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih dovish menjadi faktor yang berpotensi menopang emas. Namun, selama harga belum mampu kembali bertahan di atas resistance 4.417, trader tetap perlu mewaspadai koreksi menuju 4.348.
Bagi investor, perkembangan geopolitik menjadi faktor yang semakin penting untuk dipantau. Jika konflik AS-Iran kembali memanas, emas berpotensi mendapatkan dorongan sebagai aset safe haven. Namun jika tensi mereda dan pasar kembali fokus pada data ekonomi AS serta kebijakan The Fed, arah emas akan lebih banyak ditentukan oleh dolar dan ekspektasi suku bunga.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda






Komentar (0)