Viral Plt Bupati Pati Salah Sebut Sila Kedua Pancasila: Saya Minta Maaf

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, meminta maaf setelah video dirinya keliru saat membacakan teks Pancasila viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi saat dia menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Pati, Senin (17/8).

Dalam video yang beredar, Chandra tampak berdiri di podium di hadapan peserta upacara dengan mengenakan seragam dinas Wakil Bupati Pati berwarna putih. Dia kemudian memimpin pembacaan Pancasila yang diikuti seluruh peserta upacara.

Awalnya, Chandra membacakan sila pertama dengan lancar dan diikuti peserta upacara. Namun, saat memasuki sila kedua, dia keliru mengucapkan kalimat Pancasila.

“Dua, keadilan yang adil dan beradab,” ujar Chandra.

Peserta upacara kemudian tidak mengikuti ucapan tersebut dan tetap mengucapkan sila kedua dengan benar.

“Dua, kemanusiaan yang adil dan beradab,” timpal peserta upacara.

Setelah momen tersebut, Chandra kembali melanjutkan pembacaan Pancasila hingga selesai.

Penjelasan Plt Bupati

Menanggapi viralnya video tersebut, Chandra menjelaskan bahwa dirinya sedang dalam kondisi kurang sehat saat memimpin upacara. Bahkan, pada pagi hari dia mengaku sempat mengalami keringat dingin.

Meski demikian, Chandra tetap menjalankan tugasnya sebagai inspektur upacara karena bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI.

“Kondisinya memang lagi gak enak badan. Pagi hari itu sudah keringat dingin, cuma karena posisinya 17 Agustus, saya harus kuat. Tapi ternyata memang fisik manusia tidak bisa kalau memang kondisinya seperti itu, akhirnya blank,” ungkap Chandra di Alun-Alun Pati, Selasa (18/8) malam.

Dia menambahkan, padatnya rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI hingga larut malam dalam beberapa hari terakhir juga menguras stamina. Kondisi tersebut disebut turut memengaruhi fokus dan konsentrasinya saat berada di atas podium.

“Rangkaian kegiatan yang sampai malam-malam, sehingga konsentrasinya benar-benar kurang,” jelasnya.

Atas kekeliruannya saat membacakan Pancasila, Chandra meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Pati dan seluruh masyarakat Indonesia. Dia menegaskan kesalahan tersebut tidak disengaja.

“Jadi itu di luar prediksi. Saya ucapkan permohonan maaf untuk masyarakat Kabupaten Pati, untuk seluruh masyarakat Republik Indonesia. Itu sekali lagi tidak sengaja. Memang kondisinya benar-benar posisi waktu itu memang kurang enak badan,” jelas Chandra.

Chandra mengatakan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pelajaran berharga bagi dirinya untuk menjalankan tugas sebagai pemimpin Kabupaten Pati.

“Saya sendiri menjadi pelajaran yang sangat berarti buat saya. Intinya menjadi pemimpin kabupaten harus tetap fokus, tetap kembali semangat untuk mengawal pembangunan, khususnya pembangunan masyarakat Kabupaten Pati. Sekali lagi mohon maaf,” pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dosen Fakultas Teknik UNM Perkenalkan Konsep Energi Mandiri Berbasis Solar Cell untuk Irigasi Pertanian di Bone
• 12 jam lalu
0
thumb
Gempa 6,1 M Guncang Nias Selatan, Tak Berpotensi Tsunami
• 11 jam lalu
0
thumb
Cara Mengoperasikan Super Select 4WD-II di Mitsubishi Pajero Sport dan Triton
• 13 jam lalu
0
thumb
Pemain Asing Membanjiri Super League, Pengamat Ingatkan Dampaknya ke Timnas Indonesia
• 15 jam lalu
0
thumb
Kualitas Udara Katingan Kalteng Sangat Tidak Sehat, Ancam Kelompok Rentan
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.