Pemain Asing Membanjiri Super League, Pengamat Ingatkan Dampaknya ke Timnas Indonesia

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Pengamat sepak bola Hadi Gunawan atau akrab disapa Bung Ahay mengingatkan dampak meningkatnya jumlah pemain asing di Super League terhadap perkembangan pemain lokal yang menjadi bagian dari Timnas Indonesia. 

Menurutnya, keberadaan pemain asing memang dapat menciptakan persaingan, tetapi juga berpotensi mengurangi kesempatan pemain lokal mendapatkan menit bermain di kompetisi domestik.

Baca Juga :
Pengamat Ungkap Alasan Ernando Ari Lebih Layak di Timnas Indonesia daripada Nadeo, Singgung Mentalitas
Calvin Verdonk Berpeluang Ukir Sejarah Membanggakan di Liga Champions 2026/27

Menurut Bung Ahay, kualitas kompetisi domestik memiliki hubungan erat dengan performa pemain yang kemudian menjadi tulang punggung Timnas Indonesia.

Pengamat Sepakbola, Hadi Gunawan atau Bung Ahay
Photo :
  • YouTube/Bangku Cadangan Podcast

"Dengan banyaknya pemain asing, malah menutup keran-keran pemain kita untuk bisa tampil di kompetisi," kata Bung Ahay di YouTube Bangku Cadangan Podcast, dikutip Selasa 18 Agustus 2026.

Padahal, menurut Bung Ahay, menit bermain memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan dan performa seorang pemain. Karena itu, pemain lokal perlu mendapatkan kesempatan yang cukup untuk berkembang sebelum akhirnya menjadi pilihan di Timnas Indonesia.

Bung Ahay membandingkan kondisi tersebut dengan periode awal Liga Indonesia pada 1990-an hingga awal 2000-an. Saat itu, jumlah pemain asing yang dapat dimainkan klub masih dibatasi sekitar tiga atau empat pemain. Kondisi tersebut membuat lebih banyak posisi diisi pemain lokal.

"Dulu di tahun 1994 sampai 2000-an, pemain asing dibatasi tiga atau empat orang. Jadi semua posisi masih bisa ditempati oleh pemain-pemain lokal Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, situasi tersebut turut memberikan ruang lebih besar bagi pemain lokal untuk tampil di kompetisi. Dengan semakin banyak pemain yang mendapatkan menit bermain, proses pencarian pemain untuk kebutuhan tim nasional juga dinilai menjadi lebih mudah.

Namun, Bung Ahay menegaskan persoalan tersebut tidak sepenuhnya bisa dibebankan kepada pemain asing maupun klub. Pemain lokal juga harus memiliki kemauan untuk meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing memperebutkan posisi utama.

Ia meminta pemain Indonesia tidak hanya mengeluhkan persaingan yang semakin ketat. Sebaliknya, keberadaan pemain asing harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kualitas permainan.

"Kritik buat pemain lokal adalah jangan ngambek juga. Kalau lu merasa kurang, lu berusaha kejar dong," kata Bung Ahay.

Baca Juga :
Bocoran 26 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Ernando Ari Comeback, Nadeo Dicoret
Sassuolo Gilas Cesena 3-0: Alberto Aquilani Debut Manis, Jay Idzes Jadi Penghangat Bangku Cadangan
Rekap Sementara Transfer Super League 2026/2027: Persib, Persija hingga Borneo FC Paling Aktif

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wamendagri Tegaskan WFH ASN 18 Agustus Bukan Wajib, Hanya Fleksibilitas untuk Pesta Rakyat
• 5 jam lalu
0
thumb
7 Adab Berdoa agar Dikabulkan Allah SWT, Lengkap dengan Waktu yang Dianjurkan
• 12 jam lalu
0
thumb
Partisipasi Usaha Ultra Mikro Dalam Pertumbuhan Ekonomi Terus Diperluas
• 16 jam lalu
0
thumb
Donggi Senoro Targetkan Produksi LNG 41 Jargo di 2026, 15 untuk Domestik
• 3 jam lalu
0
thumb
KB Bank Syariah Salurkan Manfaat Wakaf untuk Pendidikan
• 13 menit lalu
0
Berhasil disimpan.