Donggi Senoro Targetkan Produksi LNG 41 Jargo di 2026, 15 untuk Domestik

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Banggai -

PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menargetkan produksi 41 kargo liquefied natural gas (LNG) sepanjang 2026. Hingga Agustus, realisasi produksi telah mencapai sekitar 28 kargo atau 68% dari target tahunan.

Dari target tersebut, sebanyak 15 kargo dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Plant Deputy General Manager DSLNG, Sugianto Darsani, optimistis target produksi 41 kargo dapat tercapai hingga akhir tahun. Keyakinan tersebut didukung kepastian pasokan gas dari hulu serta tingkat keandalan kilang DSLNG yang berada di atas standar global.

Tingkat keandalan kilang DSLNG tercatat mencapai 98,98%, lebih tinggi dibandingkan standar global yang berada di kisaran 95,18%.

“Tahun ini kita 41 kargo targetnya tahun ini. Kita sekitar sudah 28-an gitu 28 kargo realisasi,” kata Sugianto.

Menurut Sugianto, produksi LNG DSLNG berlangsung dengan ritme sekitar satu kargo setiap delapan hari. Dengan ritme tersebut, perusahaan masih memiliki ruang untuk mengejar sisa target produksi hingga akhir 2026.

Untuk pasar domestik, dari total target 41 kargo, sebanyak 15 kargo diserap langsung oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN). 

Hingga Agustus, sebanyak enam kargo telah diserap untuk kebutuhan domestik. Sementara sembilan kargo lainnya akan disalurkan pada sisa tahun berjalan.

Namun pembeli LNG domestik bukan merupakan long term buyer yang tercatat perusahaan.

“Dari 15 tadi, baru 6 jadi (yang ke PGN) nanti 9 di akhir-akhir nanti (PGN) ngambilnya banyak,” tambahnya.

Alokasi LNG untuk PGN tahun ini juga tercatat meningkat dibandingkan 2025. Pada tahun lalu, DSLNG memasok delapan kargo ke PGN, sedangkan pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 15 kargo.

“Di 2025 kita itu suplai 8 kargo untuk PGN. Nah tahun ini itu kita 15 kargo ke PGN,” ungkap Sugianto.

Sugianto menjelaskan, LNG yang disalurkan ke pasar domestik melalui PGN selanjutnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi salah satunya PT PLN (Persero).

“Nanti PGN yang kasih ke PLN. Atau kadang pernah terjadi mereka (PGN) beli itu satu kargo, lalu dibagi oleh mereka ke PLN,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk pasar global, DSLNG memiliki tiga pembeli LNG dengan kontrak jangka panjang, yakni JERA, Kyushu Electric Power Co., Inc., dan Korea Gas Corporation (KOGAS).

JERA merupakan perusahaan pembangkit listrik asal Jepang. Sementara Kyushu Electric Power juga berasal dari Jepang dan KOGAS merupakan perusahaan asal Korea Selatan.

DSLNG memiliki komitmen penjualan LNG sebesar 1 juta ton per tahun (MTPA) kepada pembeli jangka panjang. Dari jumlah tersebut, Kyushu Electric Power memiliki alokasi sebesar 0,3 MTPA, sedangkan KOGAS sebesar 0,7 MTPA.

Adapun DSLNG memiliki kapasitas pengolahan LNG sebesar 2,1 MTPA dengan kapasitas pengolahan gas dari hulu mencapai 335 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Baca Juga: Optimalisasi Gas Suar, DSLNG Catat Penghematan Rp7,8 Miliar per Tahun

Baca Juga: DSLNG Perkuat Konservasi Maleo, BKSDA Pastikan Kondisi Satwa Tetap Prima

Pasokan tersebut berasal dari Lapangan Senoro sebesar 317 MMSCFD yang dikelola melalui Joint Operating Body (JOB) yang terdiri atas PT Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi, PT Medco E&P Tomori Sulawesi, dan Tomori E&P Ltd.

Sementara itu, Lapangan Donggi dan Matindok memasok sekitar 85 MMSCFD. Pasokan tersebut dikelola PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) melalui Proyek Pengembangan Gas Matindok.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tentara Korea Utara Melintasi Garis Demarkasi Militer, Militer Korea Selatan Melepaskan Tembakan Peringatan
• 2 jam lalu
0
thumb
Layanan Pemulihan Trauma dan Perpustakaan Disediakan untuk Anak Korban Gempa NTT
• 2 jam lalu
0
thumb
Viral Sopir Travel Pukul Wakapolsek Samarinda Ulu Saat Bantu Pemotor Terjepit
• 7 jam lalu
0
thumb
BMKG Pantau 2.119 Gempa Susulan di Flores, Masyarakat Diminta Waspada Bangunan Rusak
• 6 jam lalu
0
thumb
Selamat Datang di Barcelona, Rodri!
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.