Jakarta (ANTARA) - Tim medis Polda Metro Jaya mengevakuasi seorang mahasiswa berinisial AF (21) yang pingsan saat mengikuti aksi unjuk rasa di kawasan Dukuh Atas, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Limau tersebut langsung mendapatkan pertolongan pertama dari petugas medis Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) di lokasi kejadian.
"Petugas memberikan bantuan oksigen awal sebelum mengevakuasi korban menggunakan tandu menuju ambulans untuk dirujuk ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Kondisi korban dilaporkan berangsur membaik dan telah siuman setelah menerima perawatan medis. "Petugas tetap melakukan pemantauan berkala serta memberikan bantuan oksigen hingga kondisi korban stabil," kata Budi.
Menurut Budi, penyiapan tim kesehatan di lapangan merupakan wujud komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan humanis selama kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung.
"Kehadiran personel di lapangan bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan. Ketika ada peserta aksi yang membutuhkan pertolongan, tim medis langsung memberikan penanganan dan memastikan yang bersangkutan mendapatkan perawatan yang diperlukan," kata Budi.
Polda Metro Jaya menyiagakan fasilitas kesehatan dan tim medis di sejumlah titik strategis guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, serta responsif terhadap kondisi darurat peserta aksi maupun masyarakat sekitar.
Baca juga: Demo mahasiswa di Bundaran HI, Polda Metro pastikan humanis tanpa senjata api
Baca juga: 21 orang yang bawa barang berbahaya diamankan saat unjuk rasa
Baca juga: Polda Metro Jaya kerahkan 9.242 personel amankan aksi di Jakarta
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Limau tersebut langsung mendapatkan pertolongan pertama dari petugas medis Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) di lokasi kejadian.
"Petugas memberikan bantuan oksigen awal sebelum mengevakuasi korban menggunakan tandu menuju ambulans untuk dirujuk ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Kondisi korban dilaporkan berangsur membaik dan telah siuman setelah menerima perawatan medis. "Petugas tetap melakukan pemantauan berkala serta memberikan bantuan oksigen hingga kondisi korban stabil," kata Budi.
Menurut Budi, penyiapan tim kesehatan di lapangan merupakan wujud komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan humanis selama kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung.
"Kehadiran personel di lapangan bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan. Ketika ada peserta aksi yang membutuhkan pertolongan, tim medis langsung memberikan penanganan dan memastikan yang bersangkutan mendapatkan perawatan yang diperlukan," kata Budi.
Polda Metro Jaya menyiagakan fasilitas kesehatan dan tim medis di sejumlah titik strategis guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, serta responsif terhadap kondisi darurat peserta aksi maupun masyarakat sekitar.
Baca juga: Demo mahasiswa di Bundaran HI, Polda Metro pastikan humanis tanpa senjata api
Baca juga: 21 orang yang bawa barang berbahaya diamankan saat unjuk rasa
Baca juga: Polda Metro Jaya kerahkan 9.242 personel amankan aksi di Jakarta






Komentar (0)