Grid.ID – Di tengah riuhnya orasi dan kepungan barikade polisi, pemandangan mencolok tersaji dalam aksi bertajuk "#MerebutKemerdekaan" yang digalang Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Sudirman-Thamrin, Selasa (18/8/2026).
Selain "Lautan Kuning" khas jaket almamater UI, berbagai poster dengan pesan tajam dan kreatif menjadi senjata mahasiswa dalam menyuarakan kegelisahan mereka.
Poster-poster buatan tangan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap aksi, tetapi juga rangkuman keresahan masyarakat, mulai dari isu ekonomi, pendidikan, hingga penegakan hukum.
Soroti Harga Pangan dan Kesejahteraan Rakyat
Salah satu isu utama yang diangkat melalui poster adalah beban hidup masyarakat yang kian mencekik. Mahasiswa terlihat membentangkan poster bertuliskan "Turunkan Harga Bahan Pokok" dengan warna merah mencolok.
Selain itu, kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Perempuan Indonesia (Seruni-UI) membawa pesan kuat mengenai akses layanan dasar. Poster bertuliskan "Pendidikan & Kesehatan Gratis u/ Rakyat" berulang kali diangkat tinggi-tinggi, menuntut tanggung jawab negara terhadap hak fundamental warga.
Kritik Pedas Terhadap Kebijakan Pemerintah
Kreativitas mahasiswa juga tampak pada poster-poster satir yang menyerang kebijakan spesifik pemerintah. Salah satu poster yang menarik perhatian media adalah kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Poster dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) bertuliskan kalimat provokatif: "Usut Tuntas Mega Korupsi MBG" dan "Program T*i Ledik 271 T/thn". Poster lainnya juga dengan tegas menyerukan "Stop Program MBG, BGN dan SPPG dan KDMP".
Suarakan Isu Kemanusiaan dan Keadilan
Tak hanya isu ekonomi, poster-poster mahasiswa juga menyentuh aspek kemanusiaan dan dugaan kekerasan oleh aparat. Sebuah poster yang dibawa seorang mahasiswa memperlihatkan wajah-wajah korban dengan tulisan yang memilukan: "Anak-anak ini tewas di tangan aparat. Setelah itu, cerita mereka diputarbalikkan."
Ada pula poster yang menuntut pembubaran unit keamanan tertentu, seperti yang bertuliskan "Bubarkan Yon-TP", serta tuntutan agar pemerintah menetapkan status "Bencana Nasional untuk Daerah Sumatera & NTT" yang saat ini sedang terdampak krisis.
Representasi 8 Tuntutan Utama
Secara umum, poster-poster ini merupakan bentuk visualisasi dari 8 tuntutan aksi #MerebutKemerdekaan. Tuntutan tersebut meliputi penghentian penjajahan negara atas rakyat, penuntasan kasus korupsi, reforma agraria, hingga penghentian militerisme dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil.
Meski aksi tertahan oleh barikade kepolisian dan tidak bisa mencapai titik pusat Bundaran HI, poster-poster ini tetap "berteriak" nyaring, menyampaikan pesan kepada publik melalui lensa-lensa kamera yang mengabadikan setiap sudut protes tersebut. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)