Gempa Besar Datang Tiba-Tiba Guncang NTT, Kapan Pariwisata Pulih?

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Warga dievakuasi dari bangunan Hotel Jayakarta yang runtuh akibat gempa bermagnitudo 7,7 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Sabtu (15/8/2026). (REUTERS/Stringer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 kemarin, turut berdampak terhadap aktivitas pariwisata dan bisnis hotel serta restoran di wilayah tersebut.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut daerah yang terdampak langsung berpotensi mengalami tekanan okupansi hingga proses pemulihan selesai.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran mengatakan bencana alam, termasuk gempa dan cuaca ekstrem, dapat mengganggu aktivitas pariwisata. Dampaknya tidak hanya berasal dari kerusakan bangunan, tetapi juga terhambatnya akses menuju destinasi wisata.


Ia pun mencontohkan longsor di Sumatra beberapa waktu lalu, yang sempat menutup akses transportasi. Kondisi serupa terjadi di NTT pasca gempa, terutama karena bencana tersebut datang di luar prediksi dan dampaknya dapat berlangsung cukup panjang.

"Karena sesuatu yang sudah di luar prediksi kan sudah pasti nanti impact recovery (atau pemulihan)-nya juga akan menjadi panjang," kata Maulana kepada CNBC Indonesia, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, daerah yang terdampak langsung bencana akan menghadapi tekanan terhadap okupansi hotel. Kondisi tersebut baru dapat berangsur pulih setelah akses transportasi kembali normal, bangunan yang mengalami kerusakan diperbaiki, dan aktivitas masyarakat kembali berjalan.

"Kalau ditanyakan bagaimana dampaknya terhadap okupansi hotel, tentu daerah-daerah yang terdampak itu pasti akan ada tekanan terkait masalah okupansi. Sudah pasti itu sampai recovery-nya terjadi," ujarnya.

Baca: Situasi Terbaru di Semua Bandara di Flores Usai Gempa M7,7 Hantam NTT

Untuk NTT, Maulana mengatakan informasi awal yang diterimanya menunjukkan, Kabupaten Nagekeo di Pulau Flores, menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup berat. Sementara beberapa wilayah lain seperti Manggarai Barat, Ngada dan Sikka relatif aman, meski terdapat sejumlah kerusakan ringan.

"Nah ini kalau daerah-daerah lain seperti Manggarai Barat, Ngada, Sikka itu berdasarkan informasinya masih relatif aman, cuma beberapa juga tentu ada kerusakan ringan," sebut dia.

Adapun Labuan Bajo, yang merupakan salah satu destinasi wisata utama NTT, disebut sudah kembali menjalankan aktivitas pariwisata secara normal. Namun, Maulana menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan karena potensi gempa susulan tidak dapat dipastikan kapan terjadi.

"Kalau kita mengatakan sudah bisa beraktivitas kembali, ya aktivitas kegiatan yang ada di sana sudah dibuka secara normal. Namun di sisi lain tentu kewaspadaan terus ditingkatkan," ujarnya.

Maulana juga belum mendapatkan data rinci mengenai apakah terdapat wisatawan yang mempersingkat masa kunjungannya, membatalkan pemesanan hotel, atau meminta refund akibat gempa. Ia memperkirakan wisatawan yang berada di wilayah terdampak lebih mungkin dipindahkan ke destinasi lain yang relatif aman ketimbang langsung kembali ke negara atau daerah asal.

Menurutnya, wisatawan mancanegara (wisman) umumnya sudah memiliki tiket pergi dan pulang yang telah dikonfirmasi. Karena itu, ketika terjadi gangguan di satu destinasi, terdapat kemungkinan mereka mengalihkan perjalanan ke destinasi lain, seperti Bali atau Lombok.

"Yang pasti, mereka dievakuasi pindah ke daerah destinasi lain, kan mereka mungkin saja seperti kalau misalnya di Labuan Bajo atau di apa kan mereka biasanya bisa pindah ke Bali atau ke Lombok," kata Maulana.

Maulana menegaskan, PHRI pusat saat ini masih berkomunikasi dengan daerah untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai dampak gempa terhadap bisnis hotel dan restoran di NTT.

Baca: Terdampak Gempa NTT, Emiten PNSE Tutup Hotel Jayakarta Flores

PHRI NTT: Kerusakan Hotel dan Restoran Beragam

Ketua BPD PHRI NTT, Hansel Liyanto menyebut pendataan dampak gempa terhadap hotel dan restoran masih berlangsung. Karena itu, PHRI NTT belum dapat menyampaikan angka pasti mengenai jumlah usaha yang terdampak maupun besaran kerugian.

Hansel mengatakan, komunikasi dengan sejumlah pelaku usaha di daerah sempat terputus. Beberapa pelaku usaha bahkan masih berada di pengungsian sehingga proses pendataan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.

"Terkait dampak hotel dan restoran, kami belum bisa menyampaikan angka pasti, karena pendataan masih berjalan. Komunikasi dengan teman-teman di daerah sempat terputus, dan beberapa pelaku usaha masih berada di pengungsian. Kerusakan cukup variatif, dari ringan hingga berat," kata Hansel kepada CNBC Indonesia, dihubungi terpisah.

Hansel mengonfirmasi Nagekeo menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak karena menjadi lokasi pusat gempa. Sejumlah hotel dan restoran di Nagekeo, termasuk wilayah Mbay dan sekitarnya, ikut terdampak.

Sementara itu, kondisi di Ngada, Manggarai Barat dan Sikka relatif aman dengan kerusakan yang tergolong ringan.

"Gempa berpusat di Nagekeo, sehingga cukup banyak hotel dan restoran di Nagekeo, termasuk Mbay dan sekitarnya, yang terdampak. Beberapa wilayah lain seperti Ngada, Manggarai Barat dan Sikka relatif aman dengan kerusakan ringan," sebutnya.

Baca: NTT Diguncang 2.119 Gempa Susulan M1,3-6,2, BMKG Kasih Peringatan Ini

9.000 Orang Masih Mengungsi

Di tengah upaya pemulihan pariwisata, Hansel mengatakan perhatian utama saat ini tetap diarahkan kepada masyarakat yang terdampak gempa. Sekitar 9.000 orang masih mengungsi, terutama di Nagekeo dan Ngada.

Kebutuhan mendesak para pengungsi meliputi pakaian layak pakai, senter, makanan instan, selimut, obat-obatan, susu untuk ibu hamil dan bayi, serta popok bayi dan lansia.

"Kurang lebih 9.000 orang masih mengungsi, terutama di wilayah Nagekeo dan Ngada. Kebutuhan yang sangat diperlukan antara lain pakaian layak pakai, senter, makanan instan, selimut, obat-obatan, susu ibu hamil dan bayi, serta popok bayi dan lansia," ujarnya.

Untuk sektor usaha, PHRI NTT berharap pemerintah dapat mempercepat pendataan kerusakan dan memberikan dukungan dalam proses pemulihan, khususnya bagi hotel dan restoran yang mengalami kerusakan berat.

"Untuk pelaku usaha, kami berharap pemerintah dapat mempercepat pendataan kerusakan dan memberikan dukungan untuk proses pemulihan, terutama bagi hotel dan restoran yang mengalami kerusakan cukup berat," kata Hansel.

Selain memperbaiki kerusakan fisik, PHRI NTT menilai pemulihan kepercayaan wisatawan juga menjadi hal penting. Informasi mengenai kondisi setiap destinasi perlu disampaikan secara akurat agar wisatawan dapat membedakan wilayah yang terdampak dengan daerah yang sudah aman untuk dikunjungi.

"Yang tidak kalah penting adalah bersama-sama memulihkan kepercayaan wisatawan, dengan memberikan informasi yang akurat mengenai kondisi masing-masing destinasi, sehingga daerah yang aman tetap dapat menjalankan aktivitas pariwisatanya dan pariwisata NTT tetap berjalan," jelasnya.

PHRI NTT saat ini terus berkoordinasi dengan Badan Pengurus Cabang (BPC) di Flores, dan pemerintah untuk memantau kondisi serta kebutuhan di lapangan. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas, sementara pemulihan aktivitas pariwisata dilakukan secara bertahap sesuai kondisi masing-masing daerah.

Seperti diketahui, pada Sabtu pagi (15/8/2026) pukul 04.58 WIB, gempa bumi tektonik M7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut BMKG, gempa bumi dangkal berkedalaman 15 km ini bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust dan memicu tsunami di sejumlah lokasi. Hasil analisis pemutakhiran parameter menunjukkan episenter gempa bumi berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau tepatnya 30 km arah timur laut Nagekeo, NTT.

Baca: Potret Terkini Usai Gempa M 7,7 di NTT, Hotel Roboh-Warga Dievakuasi
Hingga 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, sebanyak 2119 gempa susulan tercatat setelah gempa skala M7,7 guncang NTT di 15 Agustus 2026 dini hari. (Dok BMKG) Foto: Hingga 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, sebanyak 2119 gempa susulan tercatat setelah gempa skala M7,7 guncang NTT di 15 Agustus 2026 dini hari. (Dok BMKG)


(dce)
Saksikan video di bawah ini:
Dasco Tugaskan Anggota DPR & Purbaya ke NTT Bantu Korban Bencana

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Alasan Eks Menag Yaqut Minum Anti Nyeri di Persidangan
• 9 jam lalu
0
thumb
Mengenal Vibecession, Kecemasan Ekonomi yang Dirasakan Gen Z-Edukasi Ekonomi
• 6 jam lalu
0
thumb
IHSG Menguat Usai Pidato Kenegaraan Prabowo, Analis Optimistis RAPBN 2027
• 11 jam lalu
0
thumb
Rayakan HUT ke-81 RI, InJourney Group Hadirkan Kesenian Rakyat hingga Peduli NTT
• 8 jam lalu
0
thumb
Jadwal SIM Keliling Selasa 18 Agustus 2026, Cek Lokasi Lengkapnya
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.