Semarang: Pedagang Pasar Johar Semarang memiliki cara unik untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar tradisional di tengah perkembangan perdagangan digital. Memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, sebanyak 280 peserta mengikuti karnaval kemerdekaan yang digelar di kawasan Pasar Johar, Semarang.
Karnaval tersebut menampilkan beragam kostum kreatif. Peserta mengenakan pakaian adat, kostum berbahan daur ulang, hingga kostum unik berbentuk toples kerupuk. Kemeriahan semakin terasa ketika peserta dan pengunjung ikut bergoyang bersama dalam kegiatan flashmob yang digelar di kawasan pasar.
Baca Juga :
Pasar Merdeka 2026 di Perth Hadirkan Ragam Budaya dan Kuliner IndonesiaKoordinator Johar Tengah, Saltut Asyaruddin Chanif, mengatakan kondisi ekonomi pedagang saat ini masih tergolong standar. Karena itu, berbagai kegiatan perlu dilakukan untuk membuat kawasan Pasar Johar kembali ramai.
“Maka dari itu, kita seluruh panitia bagaimana caranya pasar itu bisa menjadi ramai lagi dengan kita mengadakan event-event, acara-acara yang mungkin bisa mengundang beberapa orang seluruh warga Semarang biar nantinya ada berkunjung ke Johar,” ujar Saltut.
Menurutnya, keberadaan pasar tradisional tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat terus berkembang dan menarik minat masyarakat. Di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin banyak berbelanja melalui platform digital, pedagang Pasar Johar juga didorong untuk mengikuti perkembangan teknologi. Saltut menyebut perdagangan secara daring tetap menjadi bagian penting yang harus diikuti oleh para pedagang agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Online tetap ya. Kalau online kita harus mengikuti era zaman sekarang,” katanya.
Namun, menurut Saltut, keberadaan kanal digital tetap perlu berjalan beriringan dengan aktivitas perdagangan secara langsung di pasar.
“Tapi semuanya kita kembali lagi, semuanya kita butuh support dari beberapa pihak untuk menyatukan satu visi,” tuturnya.
Karnaval HUT ke-81 RI pun menjadi salah satu cara pedagang Pasar Johar menjaga eksistensi pasar tradisional. Selain menawarkan pengalaman berbelanja secara langsung, kegiatan seperti ini diharapkan mampu menarik kembali masyarakat untuk menjadikan pasar sebagai ruang ekonomi sekaligus ruang interaksi sosial.





Komentar (0)