JAKARTA, KOMPAS.com - Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan melaporkan, ada 2.119 gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) seusai gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).
"Per hari ini yaitu tanggal 18 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Kondisi gempa terkini adalah jumlah gempa susulan sebanyak 2.119 kali," ujar Berton dalam konferensi pers secara daring melalui YouTube BNPB, Selasa (18/8/2026).
Berton menjelaskan bahwa gempa susulan terbesar 6,2 magnitudo dan gempa susulan terkecil 1,3 magnitudo.
Baca juga: Update Gempa NTT: 70 Orang Meninggal, 132 Luka-luka
Ia menyebutkan, ada 24 kali gempa susulan dengan magnitudo di atas 5.
Menurut Berton, aktivitas gempa di NTT masih fluktuatif dan pola peluruhan juga belum terlihat secara jelas.
"Diperkirakan kondisi ini akan mulai stabil dalam dua sampai tiga minggu ke depan," tutur dia.
Sementara itu, jumlah korban jiwa akibat gempa di NTT telah mencapai 70 orang hingga Selsa hari ini.
Baca juga: Cedera, 7 Korban Gempa NTT Dievakuasi ke Labuan Bajo Pakai Helikopter
Selain korban jiwa, tercatat juga sebanyak 40 orang mengalami luka berat dan 92 lainnya luka ringan.
"Total korban adalah 202 orang, meninggal dunia 70 orang. Luka-luka 132 orang yang kami catat. Luka berat 40, luka ringan 92," ujar Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo.
Bramantyo mengatakan, tidak ada lagi laporan warga yang masih dinyatakan hilang atau masuk dalam daftar pencarian.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Komentar (0)