Liputan6.com, Jakarta - Ketua Persatuan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti mengatakan penyebab kematian Sutrimo belum dapat dipastikan.
Advertisement
Menurut dia, semua masih menanti hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel jenazah yang telah diekshumasi.
"Belum selesai hasil pemeriksaan labnya," kata Hastry kepada wartawan Selasa, (18/8/2026).
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk mengetahui ada atau tidaknya racun maupun zat tertentu dalam tubuh Sutrimo.
Selain itu, kondisi jenazah yang sudah membusuk menjadi tantangan dalam proses pemeriksaan forensik.
Sebelumnya, tim forensik mengambil sejumlah sampel dari tubuh Sutrimo saat ekshumasi dan autopsi di Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, 12 Agustus 2026.
Sampel tersebut antara lain diambil dari organ dalam, kulit dan melalui swab untuk kemudian diperiksa di laboratorium.
Pemeriksaan toksikologi dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya racun atau zat tertentu. Selain itu, sampel juga diperiksa melalui pemeriksaan histopatologi dan DNA. Namun, proses pemeriksaan menghadapi kendala karena jenazah sudah lama dimakamkan.





Komentar (0)