Pantau - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendorong target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 dibangun di atas fondasi pembangunan berkelanjutan dengan memperkuat transisi dan ketahanan energi nasional.
Eddy menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Senin (17/8/2026), setelah Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan target pertumbuhan ekonomi dalam pidato RAPBN 2027.
“Target pertumbuhan ekonomi 6 persen tentu harus kita sambut dengan optimisme. Kami turut mendorong dan mengawal agar pertumbuhan tersebut dibangun di atas fondasi pembangunan berkelanjutan,” ungkap Eddy.
Menurut Eddy, percepatan transisi energi dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan.
“Ini adalah upaya penting yang dapat menghasilkan output ganda, yakni ketahanan energi serta energi bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Transisi Energi Dinilai Bisa Jadi Motor EkonomiEddy menilai transisi energi harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi karena pengembangan energi terbarukan berpotensi membuka investasi, lapangan kerja, dan industri baru.
“Transisi energi adalah bagian dari strategi ekonomi. Ketika kita membangun energi surya, panas bumi, hidro, bioenergi, jaringan listrik dan ekosistem kendaraan listrik, kita bukan hanya mengurangi emisi, tetapi juga menciptakan investasi, lapangan kerja dan industri baru. Inilah yang harus kita dorong agar transisi energi menjadi motor pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga akan meningkatkan kebutuhan energi sehingga Indonesia perlu menjamin pasokan yang cukup, terjangkau, andal, dan semakin bersih.
“Syarat mencapai target pertumbuhan ekonomi adalah ketersediaan energi yang cukup. Karena itu, kita harus memperkuat ketahanan energi dengan mempercepat diversifikasi menuju sumber energi terbarukan yang kita miliki sendiri,” katanya.
APBN 2027 Diharapkan Perkuat Investasi Energi TerbarukanEddy berharap kebijakan APBN 2027 memberikan dukungan terhadap investasi energi terbarukan, pembangunan infrastruktur kelistrikan, pengembangan industri hijau, peningkatan efisiensi energi, serta inovasi dan investasi swasta.
“Indonesia memiliki modal besar untuk menjadikan transisi energi sebagai sumber pertumbuhan baru. Kita memiliki matahari, panas bumi, air, biomassa dan berbagai sumber energi terbarukan lainnya. Tantangannya sekarang adalah bagaimana sumber daya tersebut kita ubah menjadi kekuatan ekonomi dan industri nasional,” ujar Eddy.
Ia menilai momentum 81 tahun kemerdekaan harus digunakan untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan energi Indonesia.
“Indonesia yang merdeka adalah Indonesia yang mampu menentukan masa depan ekonominya sendiri, termasuk dalam menentukan sumber energi yang menopang pertumbuhan ekonominya. Karena itu, target pertumbuhan 6 persen harus kita capai dengan ekonomi yang lebih hijau, energi yang lebih mandiri dan pembangunan yang berkelanjutan,” pungkas Eddy.





Komentar (0)